Memetakan Posisi Rusia


(Artikel ini dipublikasikan pertama kali pada pertengahan 2006 di Harian Jurnal Nasional)

Ferizal Ramli3Inilah yang dikatakan Matti Vanhanen, Perdana Menteri Filandia yang juga menjabat Dewan Presiden Uni Eropa (UE), ketika diwawancari oleh Spiegel, 28/2006; „dalam pertemuan puncak UE Oktober nanti, saya mengusahakan agar mendapat mandat dari 25 negara anggota untuk membangun hubungan istimewa dengan Rusia. Sebuah zona perdagangan bebas antara Rusia dan Eropa harus diwujudkan. Ini memudahkan perusahaan dari kedua belah pihak melakukan investasi, transaksi dan perdagangan internasional“. Di mata Vanhanen Rusia penting. Rusia memiliki cadangan energi masif, pasar dalam negeri yang besar serta memiliki teknologi tinggi dalam bidang tertentu seperti pertahanan dan luar angkasa.

Saat ini Rusia menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. 40% kebutuhan gas alam serta 25% kebutuhan minyak Eropa di pasok dari Rusia. Pada saat ini Eropa mengimpor 50% dari energinya dan diperkirakan ke depan kebutuhan pasokan energinya meningkat menjadi 70%. Akibatnya, permintaan Eropa akan energi Rusia cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Di dalam negeri prestasi perekonomian Rusia semakin membaik. Neraca perdagangan selalu surplus sejak tahun 1999. Trend cash inflow dari tahun ke tahun meningkat. Tentu saja faktor minyak dan gas alam memegang peranan penting di dalamnya (karakteristik neraca pedagangan Rusia dapat dilihat di tabel). Aliran kas masuk ini menjadi modal utama untuk menggerakan ekonomi dalam negeri. Pertumbuhan ekonomi meningkat dari tahun ke tahun dengan rata-rata 6,5%.

Tabel: Surplus Neraca Perdagangan Rusia (dalam juta US dollar)

1999

2000

2001

2002

2003

Ekspor Barang:

75.551

105.033

101.884

107.300

135.929

Minyak Bumi

19.606

36.191

34.364

40.366

53.739

Gas Alam

11.352

16.644

17.770

15.897

19.981

Lainnya

44.593

52.198

49.750

51.037

62.209

Impor Barang

-39.537

-44.862

-53.764

-60.966

-75.436

Surplus Barang

36.014

60.171

48.120

46.334

60.493

Ekspor Jasa

9.067

9.565

11.441

13.611

16.030

Impor Jasa

-13.351

-16.230

-20.572

-23.497

-27.122

Surplus Jasa

-4.284

-6.665

-9.131

-9.886

-11.092

Surplus Ekspor-Impor

31.730

53.506

38.989

36.448

49.401

Sumber: Central Bank Rusia, OECD calculations

Saat ini Rusia memiliki dua keuntungan sekaligus. Dalam hubungan luar negeri, negara lain khususnya Eropa sangat membutuhkan pasokan energi Rusia sementara di dalam negeri ekonominya semakin stabil. Hanya saja kedua keunggulan ini tidak cukup untuk bisa sejajar dengan Eropa. Dari sudut ekonomi kekuatan Rusia tetap relatif kecil dibandingkan dengan negara maju lainnya. Diantara anggota G-8, produk brutto dan pendapatan netto-nya menduduki nomor buncit. Rusia memang memiliki banyak potensi dan berbagai faktor yang menguntungkan. Ini menyebabkan dihormati oleh banyak negara. Tapi itu semua tidak cukup. Untuk mensinambungkan keberhasilannya Rusia harus bersinergi dengan negara lain.


Tabel: Indikator Ekonomi Negara G-8 tahun 2005

Negara

Produkt Brutto Nasional

Perkapita per Kepala

Cadangan Emas & Devisa

Pertumbuhan Ekonomi

Jumlah Penduduk

AS

$ 12.486 Miliar

$ 42.101

$ 64 Miliar

2,80%

298,2 Juta

Jepang

$ 4.571 Miliar

$ 35.787

$ 847 Miliar

1,70%

128,1 Juta

Jerman

$ 2.797 Miliar

$ 33.922

$ 102 Miliar

1,10%

82,7 Juta

Inggris

$ 2.202 Miliar

$ 36.599

$ 79 Miliar

2,60%

59,7 Juta

Perancis

$ 2.106 Miliar

$ 33.734

$ 74 Miliar

2,00%

60,5 Juta

Italia

$ 1.766 Miliar

$ 30.450

$ 66 Miliar

1,00%

58,1 Juta

Kanada

$ 1.130 Miliar

$ 35.064

$ 33 Miliar

3,00%

32,3 Juta

Rusia

$ 766 Miliar

$ 5369

$ 182 Miliar

6,80%

142,8 Juta

Sumber: Der Spiegel 28/2006

Perbandingan indikator negara G-8 menunjukan posisi Rusia masih selangkah di belakang. Tatangan terbesar Rusia adalah bagaimana membuat pertumbuhannya tetap kontinyu. Pertumbuhan ini akan memperkecil jarak antara Rusia dengan G-8 lainnya dalam ekonomi. Untuk mewujudkannya, Vanhanen melihat Rusia sangat butuh dana investasi dari pelaku bisnis Eropa, transfer teknologi untuk meningkatkan daya saing, serta pasar domestik Eropa untuk produk manufakturnya. Ruang lemah ini hanya bisa ditutupi apabila Rusia membangun kolaborasi erat dengan Eropa yang nota bene merupakan tetangga dekatnya.

Situasi ini merubah konstelasi hubungan antara Rusia dan Eropa. Eropa sendiri memilih pragmatis dalam mensikapi hubungan saling tegantung kedua pihak. Apabila dalam perang dingin Rusia dianggap common enemy, maka saat ini semuanya berubah. Rusia adalah sohib kentalnya Eropa.

Iklan

One thought on “Memetakan Posisi Rusia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s