Lupakan “Buy Back”, perkuat sektor riil


Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada Fri Oct 10, 2008 3:00 am, saat ada indikasi SBY akan melakukan “buy back”)Ferizal Ramli1

Ada sebuah pertanyaan dari seorang temen ke saya tentang Buyback saham
BUMN dari investor asing.

Pertanyaannya begini:
“Kalau saham BUMN dimiliki negara kembali, bukankah keuntungan juga
balik ke pemerintah? BUMN akan kembali milik Indonesia sepunuhnya,
bukankah ini langkah (baybuck) yang menguntungkan”


JAWABAN SAYA:

Jika kita berpikir bahwa krisis ini akan berakhir dalam 3 bulan lagi
maka opsi buyback itu benar.

Tapi krisis ini TIDAK AKAN BERAKHIR DALAM WAKTU PENDEK. Ini krisis
yang akan berlangsung dalam waktu lama bahkan amat lama.

Uang 700 billion USD yang dikeluarkan oleh Amrik sama sekali tidak
berpengaruh. Ini adalah indikasi kuat bahwa krisis ini benar-2 kronis
dan mematikan.

Tamasek dan China Investment pun berpikir sama saat membeli saham
Meryl Lynch dengan harga yang mereka anggap murah. Saat membeli harga
saham murah Merrill Lynch dan Morgan Stanley, Tamasek dan China
Investment pikir mereka untung. Mereka pikir krisis akan segera
berakhir. Dan saat krisis berakhir kepemilikan Merryl Linch dan Morgan
Stanley sudah ditangan mereka.

Tapi apa yang terjadi? harga saham semakin hancur. Dan krisis ini akan
berlangsung lama yang akan membuat harga itu semakin hancur lagi.
Tamsek dan China Investment rugi besar. Mereka membeli saham yang
sebenarnya tidak lebih dari kertas sampah.

Akibatnya opsi buyback BUMN dari investor asing pada saat ini adalah
opsi yang sangat merugikan menurut saya:

1. Harga saham akan terus hancur. Adalah rugi membeli buyback pada
saat harga saham BUMN masih mahal. Toh nanti itu harganya hanya
seperti kertas sampah. Jadi, jangan beli sekarang!

2. Uang yang ada harus digunakan untuk menstimulus sektor riil dan
perekonomian dalam negeri. Perlu dibangun infrastruktur penting agar
roda perekomian sektor riil bergerak. Pergerakan sektor riil dalam
negerilah yang nantinya akan menjadi “darah perekonomian kita” saat
dunia mengalami krisis berkepanjangan…

Masalahnya, para ekonomi kita yang lulus UGM dan UI itu BODOH-2 betul,
ha…, ha… Mereka itu cuma tahunya teori neo klasik dan dicekoki
habis-2 oleh dosen-2 mereka yang orang Amrik saat kuliah dulu. Jadinya
begitu yakin krisis ini akan pulih cepat. Akibatnya, mereka pikir ini
saat yang tepat beli saham nanti tidak lama lagi perekonomian pulih
dan saat itu BUMN telah kita miliki kembali.

Padahal ini krisis mematikan yang kronis. Jadinya, nanti harga saham
akan semakin amburadul. Kita malah rugi membeli harga saham itu
sekarang karena terlalu mahal. Selain itu kita juga rugi dana tersebut
tidak bisa dipakai untuk membangun sektor riil…

Salam,

Ferizal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s