Beda top ranking klaster ilmu vs top Universitas


(Artikel ini pertama kali dipublikasikan pada Wed Nov 29, 2006 4:19 pm)

Ferizal Ramli3Masih tentang ranking TIMES. Biar tidak terjadi salah pemaknaan maka
saya mencoba menambahkan informasinya.

Ada perbedaan penting dan fundamental antara RANKING UNIVERSITAS
dengan RANKING KLASTER ILMU. Silahkan dibaca kembali secara detail
kajian metodologi penelitiaannya.

Pada kajian klaster ilmu yang di-assessment itu adalah aspek-2
akademis. Jadi, lebih mengarah pada kredibilitas dan produktivitas
riset. Orientasinya pada reputasi akademis.

Pada ranking universitas yang lebih dinilai adalah aspek-aspek
administratif, misalkan rasio dosen dan mahasiswa, prosentase
mahasiswa internasional ataupun prosentasi mahasiswa program doctoral.

Sebenarnya pada aspek-aspek administratif ini seharusnya Universitas
di Indonesia jauh lebih mudah bisa menembus top ranking dari pada
aspek-aspek akademis. Berprestasi pada aspek akademis (ranking klaster
ilmu) itu butuh waktu lama dan kerja keras tanpa pamrih dari para
sivitas akademika yang terlibat didalamnnya. Butuh membangun kultur
dan tradisi meneliti yang sangat panjang. Tidak bisa dilakukan secara
instant melalui proses rekayasa organisasi. Saya pribadi sangat-sangat
menyayangkan mengapa malah pada aspek administratif ini kita malah
kalah. Padahal pada ranking klaster ilmu yang jelas jauh lebih sulit
untuk menembusnya justru kita bisa berjaya.

Khusus pada kasus UGM (mohon maaf karena hanya data UGM yang saya
punyai, sedangkan data tentang ITB, IPB, UI atau UNDIP tidak saya
punyai), maka ijinkan saya memberi pandangan hanya tentang UGM, inilah
opini pribadi saya…

Kenapa UGM tidak bisa menembus ranking 200 Universitas sedangkan
ranking klaster ilmu yang jelas-2 jauh lebih sulit justru bisa tembus
Top 100?

Jawabnya, karena UGM telah melakukan kesalahan fatal dalam sistem
organisasinya. UGM ingin menjadi universitas riset tapi lebih 30% dari
mahasiswanya adalah mahasiswa Program Diploma. Program Diploma inilah
yang membawa konsekuensi merugikan bagi UGM jika diranking dengan
menggunakan indakator TIMES.

Pertama, pada Program Diploma jelas tidak ada mahasiswa
internasionalnya sehingga prosentase mahasiswa internasionalnya: 0%
(kartu mati buat UGM)

Kedua, pada Program Diploma itu jumlah dosen tetapnya sangat sedikit.
Karena pada Program Diploma lebih banyak diajar oleh praktisi atau
instruktur praktikum yang tidak berstatus sebagai dosen tetap.
Akibatnya, rasio dosen tetapnya menjadi sangat jomplang. (kembali ini
menjadi kartu mati buat UGM)

Ketiga, Sudah sangat jelas Program Diploma itu tidak akan mempunyai
mahasiswa Doktoral. (kartu mati selanjutnya buat UGM).

Saya sangat setuju dengan pendapat berbagai pihak bahwa masih perlu
pembenahan dan perbaikan yang mendasar pada universitas di Indonesia.
Ini membutuhkan kerja keras dari berbagai pihak yang terkait
didalamnya. Khusus pada kasus UGM yang harus dilakukan adalah semacam
reengineering management. UGM harus merobak struktur organisasinya
dengan memisahkan manajemen antara UGM dengan manajemen Program
Diploma UGM. Saya denger, UGM akan secepat mungkin membuat Politeknik
UGM atau Sekolah Tinggi Ilmu Terapan UGM yang lebih berorientasi pada
teaching University. Tujuannya, pada saat di- assessment sebagai
universitas riset maka yang dinilai cuma UGM-nya sedangkan Politeknik
atau ST Ilmu Terapan UGM menjadi bagian yang “terpisah” pada saat
di-assessment.

Semoga terobosan organisasi yang “relatif mudah” seperti ini bisa
segera dilaksanakan oleh UGM secepatnya sehingga UGM selain bisa
menembus ranking klaster ilmu, bisa juga masuk top 200 universitas.

Iklan

One thought on “Beda top ranking klaster ilmu vs top Universitas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s