Ekonomi, Sosial dan Budaya

29 Apr

Saat bicara Ekonomi kita didikte teori barat seperi Neo Liberalis (Amerika), Keynes (UK), soziale Marktwirtschaft/Ekonomi Pasar Sosial (Jerman dan Eopa). Para intelektual kita tidak sanggup memberikan alternatif mahzab pemikiran orisinil bangsa untuk imbangi teori barat (catatan: hormat besar tetap diberikan pada Prof. Mubyarto pejuang Ekonomi Pancasila).

Saat bicara politik dan sosial maka kita didikte dengan teori barat seperti demokrasi, HAM, gender, dll. atau juga teori-teori pemerintahan dari Timur Tengah. Para intelektual kita kebanyakan mengekor teori barat maupun timur tengah ini.

TAPI…

Saat bicara budaya seharusnya kita yang mendikte barat dan timur tengah! Kita adalah bangsa dengan kekayaan budaya yang ragamnya terkaya di dunia! Ada ratusan etnis, ratusan suku, ratusan dialek yang menyatukan kita menjadi mozaik nusantara dalam kebhinekaan.

Hanya hari ini tantangan besar di depan kita; tenun kebhinekaan terancam terkoyak oleh intoleransi dan eksklusifitas. Gotong Royong dan solidaritas sosial kita tergerus drastis menjadi materialistis dan individualis. Nilai tradisi unik setiap budaya di nusantara dari Sabang sampai Marauke malah dipertukarkan dengan nilai budaya instant ala restoran cepat saji McDonnald, Hollywood, Walt Disney dan Coca Cola.

Tidak! Tidak boleh budaya kita harus dipertukarkan dengan budaya import ala McDonald dan kita menjadi materialistik. Kita punya kekayaan budaya dan keragaman. Kenapa untuk Budaya kita pun harus pula didikte dan mengimpor budaya barat? Pada aspek budaya inilah sejatinya merupakan kekuatan orisinil kita untuk mempertahankan kedaulatan kita sebagai bangsa bahkan kita bisa mendiktekan apa itu “kebhinekaan tunggal ika” kita kepada bangsa lain.

Tapi bagaimana men-revitalisasi kembali ketangguhan budaya asli kita sehingga tulang punggung ketahanan bangsa?

Saya tidak tahu jawabnya!

Untunglah saya dihadiahkan 2 buku oleh sahabat saya yaitu:

1. Etika Pembebasan Pembebasan – Pilihan Karangan tentang: Agama, Kebudayaan, Sejarah dan Ilmu Pengetahuan. Sebuah buku lawas dari cendikiawan SOEDJATMOKO yang memberi pemahaman saya dalam lebih tentang Budaya Indonesia.

2. Nasionalisme dan Ketahanan Budaya di Indonesia – Sebuah Tantangan. Buku baru untuk mengaktualkan mempermudah pemahaman saya dalam memetakan eksistensi budaya kita.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 128 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: