Dahlan Iskan (Menteri BUMN) sang Sengkuni kah?

6 Feb

Kemarin lusa dia mendemonstrasikan secara vulgar tentang perilaku sederhananya. Tentang kesantunan dan kebersahajanya. Meskipun sempat bertanya juga pada kita, kok bisa yah setiap moment bersahaja Dahlan Iskan selalu ada berita dan bahkan foto wartawan. Apakah seorang Dahlan kemana-mana selalu bawa Wartawan sehingga program pencitraan dirinya bisa begitu sempurna disebarkan ke masyarakat?

Hanya hari ini pencitraan diri seorang Dahlan benar-benar perlu kita pahami secara kritis. Dahlan ingin memjual BUMN milik bangsa ini pada para pengusaha, termasuk juga para penaman modal asing. http://www.beritasatu.com/bisnis/28935-pemerintah-siap-privatisasi-5-bumn.html

BUMN itu milik rakyat. JIka dia privatisasi, berarti kepemilikan rakyat dijual ke para pemilik modal. Jika Dahlan konsisten dengan perilaku bersahajanya yang berpihak pada rakyat maka dia TIDAK akan menjual harta rakyat ke pada penguasaha termasuk juga pemilik modal orang asing.

Mestinya yang dilakukan Dahlan Iskan adalah membuat harta rakyat tersebut menjadi semakin besar dan untung. Membuat BUMN untung besar dan bisa ekspansi. Membuat keuntungan BUMN itu tidak cuma menjadikan BUMN berkontribusi pada pajak tetapi lebih dari itu bisa juga membuat penyertaan modal untuk membangun industri-industri lainnya dalam negeri seperti membantu industri otomotif nasional misalkan.

Perilaku Dahlan yang baru seumur jagung tapi sudah menjual BUMN adalah perilaku bahaya. Ini mirip dari cerita Wayang Mahabrata dengan tokoh Sengkuni. Perkataannya santun. Gaya bahasanya lembut tapi perbuatannya culas! Dalam kesantunan dan kebersahajaannya, dia menghisap kita. Dalam demonstrasi kesantunannya yang dipublish luas oleh pers, ternyata perilakunya sama saja: menjual kekayaan rakyat kepada para pihak yang punya uang. Dahlan Iskan itu bukan pengabdi rakyat. Dia pengabdi para pemilik uang. Dia SENGKUNI!

Dari Tepian Lembah Sungai Rhein – Duisburg

Ferizal

Pemerintah Siap Privatisasi 5 BUMN – Bisnis – Beritasatu.com
http://www.beritasatu.com
Ada lima perusahaan BUMN yang akan diprivatisasi melalui strategic sales, IPO, dan rights issue.
Share

About these ads

8 Tanggapan to “Dahlan Iskan (Menteri BUMN) sang Sengkuni kah?”

  1. Riemann Februari 6, 2012 at 2:39 am #

    Ini adalah masalah paradigma kongkrit vs abstrak. Yang anda kemukakan bahwa BUMN milik bangsa/ rakyat adalah abstrak. Rakyat mana yang Anda maksud kalau kenyataannya yang pegang modal adalah negara saja. Sejauh mana rakyat bisa merasa memiliki dan mengawasi agar tidak ada penyelewengan?? Di samping itu, harap diiIngat bahwa idealnya negara tidak boleh berbisnis, yang berbisnis adalah rakyat.

    Yang Dahlan lakukan dengan menjual sebagian (ingat SEBAGIAN) saham adalah tindakan konkrit bahwa BUMN adalah milik rakyat. Pengusaha adalah juga bagian dari rakyat. Hal ini juga akan mendidik rakyat agar tidak segan2 menjadi pengusaha kalau ingin maju.

    Cheers,

  2. badak Februari 7, 2012 at 12:12 am #

    privatisasi bumn, tidak serta merta negara menjadi hilang atas pengendalian terhadap bumn bersangkutan,pemerintah tetap memegang kendali atasnya

    yang diharapkan oleh kemen BUMN,privatisasi dpt menggenjot operasional perusahaan tersebut,krna yang memiliki tak hanya pemerintah saja,namun pihak lain,maka bumn tersebut wajib memperbaiki atau meningkatkan kinerjanya,menjadi lebih ekspansif and profitable lagi

    awalnya bumn diciptakan unprovitable, tp hal itu malah menyesakkan anggaran negara karna kinerjanya yang asal2an, gak untung juga dia gak mati, klo gak untung tinggal minta ke negara deh..

    padahal kita tau sendiri produk bumn juga dinikmati swasta, bhkn diekspor,maka akan aneh bila bumn rugi..dengan privatisasi juga lebih efisien

    anda sebagai mahasiswa s3 seharusnya juga dpt membedakan, hasil nasionalisasi perusahaan belanda di jaman soekarno, atau temasek singapura yang agak acak adut

    baik, perusahaan bumn dibuat untuk rakyat dan dimanfaatkan untuk rakyat..namun saat ini perusahaan swasta pun masih kurang mampu mengembangkan sentra ekonomi tertentu di indonesia..sehingga bumn lah yang sekarang mempelopori …

    toh jiga dengan adanya pertimbangan fungsi bumn, pegadaian tak jadi melantai di bursa saham

    yang perlu kita cermati adalah IPO nya,adakah permainan disana..saya masih yakin pak dahlan mampu menjaga independensinya.. kita lihat saja nanti.. mau bagaimana..

  3. Jun Februari 7, 2012 at 6:03 am #

    Privatisasi itu bagus untuk BUMN, karena bisa lebih transparan asal aja yang di jual jangan lebih dari 50%. Contoh dengan privatisasi Telkom jauh lebih baik, ketika ada kejanggalan laporan keuangan beberapa tahun yang lalu langsung ketahuan, sampai diaudit ulang. Waktu itu yang menemukan malah bukan BEJ (jaman itu belum ada BEI) tetapi NYE soalnya Telkom IPO di NYE.
    Malah menurut saya seharusnya yang privatisasi itu pertamina, sudah jadi rahasia umum kalau pertamina dijadikan sapi perah pejabat, dibanding dengan petronas, keuntungan pertamina seperti bumi dan langit.
    Contoh lain kasus Krakatau Stell, waktu IPO, wah hambatannya minta ampun, walaupun akhirnya bisa juga IPO, tetapi para pejabat minta fee, menurut dugaan para pialang sahamnya waktu IPO dikuasai para pejabat untuk mendapatkan keuntungan pada perdagaan perdana, semacam fee terakhirlah.
    Jadi BUMN bukan dijual tetapi dengan IPO bisa lebih baik. Selain itu rakyat juga bisa beli sahamnya kok……….

    Coba lihat BUMN yang sudah IPO pada sehat…bukan dan semakin besar…..
    Contoh nyata BNI, setelah IPO kedua semakin moncer aja in BUMN.

  4. dahlan fans Februari 14, 2012 at 3:53 pm #

    Saya bukan orang ekonomi, jauh sih…. biotek, tapi konon katanya kalau di go public kan maka BUMN itu akan lebih transparan. Selama ini BUMN adalah sapi perahan pemerintah dan politisi (partai) serta pejabat-pejabat BUMN itu sendiri. Pengawasan lemah sekali karena korupsi sudah sedemikian membelit, ga ada ujungnya.

    Kalau di privatisasi, tentu saja ada laporan tahunan ke publik, ada pemilik modal yang teriak teriak bila terjadi kecurangan-kecurangan dalam pengelolaan BUMN. Jadi privatisasi BUMN adalah salah satu simpul pengurai korupsi di lingkungan BUMN. Apa gunanya BUMN jadi milik rakyat tapi tidak memberikan untung apapun ke rakyat, karena uangnya dirampok pejabat-pejabat ? Bahkan sekarang rakyat harus membayarkan sebagian pajaknya untuk mensubsidi BUMN tersebut, selagi mereka masih menerima gaji yang besar juga.

    BUMN sendiri adalah badan usaha, yang selama ini tidak bisa berkembang maksimal karena kendala birokrasi. Campur tangan tidak sehat dari pemerintah dan oknum-oknum BUMN harusnya dipangkas dan dibiarkan mekanisme perusahaan yang berjalan sebagaimana perusahaan-perusahan swasta. Hanya saja kebijakan besarnya harus tetap berpihak pada kepentingan nasional dan rakyat, hal itu bisa diarahkan dari RUPS, penempatan komisaris dan direktur nya yang suara mayoritas masih dipegang negara.

    Apakah bila di privatisasi BUMN akan menjadi milik asing ? saya tidak tahu pasti sih, karena bukan bidang saya, tapi mestinya kan tidak 100% saham nya dijual ya. Mestinya pemerintah tetap memegang saham mayoritas. sehingga arah BUMN masih bisa dikendalikan melalui RUPS mendriving kepentingan nasional.

    Privatisasi BUMN akan menghasilkan uang cair yang bisa digunakan untuk keperluan lain seperti menyehatkan BUMN yang masih sakit (Jakarta Lloyd itu utangnya sampai ber triliun-triliun loh ……. ini salah satu contoh salah kelola BUMN akibat korupsi dan belitan birokrasi) atau untuk mensubsidi BBM atau untuk memberi beasiswa ke saya yang sedang sekolah di Jerman. Jadi uangnya tentu saja ada, tidak kemana-mana dan mestinya untuk kepentingan rakyat dan negara juga.

    Oh ya, kalau BUMN untung maka negara akan kebagian dividen yang besar juga loh, walau ga 100%, ga apa apa sih ketimbang BUMN dimiliki 100% dan rugi. Itu berarti rugi nya 100% dan belum lagi harus mensubsidi. capek deh …….

    Mohon maaf bila ada yang salah, maklum saya bukan orang ekonomi.

  5. indah perwati Februari 19, 2012 at 6:46 am #

    Dari awal, Dahlan Iskan memang sengaja menjual diri dengan politik “image” terutama melalui media beliau. Sejak menjadi direktur PLN, beliau dirumorkan ingin menjadi menteri BUMN. Dan setelah menjadi menteri BUMN, saat ini rumornya beliau mengincar jabatan Presiden.

    Saya tidak habis pikir akan dibawa kemana negara ini bila pemimpinnya tidak memiliki konsep yang jelas menuju kesejahteraan rakyat. Hanya bermain politik “good image”. NATO. No Action Talk Only.

    Semoga para pemimpin kita segera ditunjukkan jalan yang benar. Atau menunggu hingga didemo rakyat baru sadar akan kejahilan mereka?

    • liza Maret 2, 2012 at 5:51 am #

      apa alasan anda mengatakan bahwa pemimpin seperti Dahlan Iskan hanya bermain politik “good image”? NATO?
      krn setahu saya, dari sejak seorang Dahlan Iskan muda sampai saat ini yg dilakukannya adalah kerja keras, kongkrit dan ada banyak buktinya. saya tdk mengerti dan paham standar penilaian anda atas kinerja seseorang.
      Kalaupun seorang Dahlan Iskan mengincar jabatan Presiden, itu adalah hak setiap rakyat Indonesia dlm bercita-cita. Anda tdk berhak skeptis. Kita tdk boleh mengebiri hak orang untuk maju selama dia mampu. terima kasih

  6. Achmad Sodiq Maret 8, 2012 at 3:14 am #

    Proyek pencitraan, sedang menjadi jargon di politik Indonesia sejak SBY mulai membidik kursi RI-1. Langkah ini pun diikuti oleh para pesaingnya sampai sekarang. Sehingga setiap langkah pemimpin atau calon pemimpin, seakan dicurigai sebagai cara yang halus (Sengkuni?) namun licik.
    Namun dengan cara bagaimana lagi kita melihat, membaca dan mengetahui track record calon pemimpin kita jika tidak dari media?
    Maka marilah kita berpikir jernih namun teliti dan tidak saling curiga. Selain akan menggerus pola pikir kita dan bergeser menjadi saling tidak percaya yang ujung-ujungnya sangat tidak produktif.
    Selain itu saya yakin Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian yang telah mengecap pendidikan Luar Negeri (entah itu Jerman, Jepang, Amerika) bahkan sampai S3 telah mengetahui budaya dan karakter masyarakat setempat yang produktif. Maka daripada kita saling menjelekan pemimpin orang lain, marilah kita bersinergi mencari, dan terus mengabarkan seberapa baik calon pemimpin kita dibanding pemimpin yang lain. Dengan demikian, rakyat akan tahu dan bisa memilih pemimpin mereka dari The Best of The Best. Jika saling menjelekkan, maka rakyat bingung dan memilih The Best of The Worst. Apakah itu yang Bapak-Ibu inginkan?
    Semoga bermanfaat

  7. Joko Maret 27, 2012 at 5:09 am #

    mau jual diri buat 2014 sob

    yang komen dukung dahlan iskan tu para maho yang udah terprovokasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 195 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: