Kemiskinan dalam tekanan lapar dan tiadanya tempat berteduh, aku pernah lewati itu semua
Ketakutan akan tiadanya kepastian masa depan, aku sudah kalahkan itu
Tuntutan atas penguasaan dari ilmu dan keahlian, aku sudah kuasai
Kompetisi frontal dalam pertarungan global, aku bisa menangkan
Hanya saat aku harus mengontrol egoku dibawah logikaku, menguasai nafsuku di dalam kuasa nuraniku, memahami diriku dengan spirit kebenaran dan kejujuran maka diperlukan kepala tertunduk dengan rendah hati secara ikhlas mengakui bahwa aku masih perlu belajar untuk menyempurnakannya.
Semoga sang waktu masih bermurah hati untuk mau menjadi Guru Kehidupan buatku…
-Dari Tepian Lembah Sungai Rhein-
(Foto Karya Armita Budiyanti)

semoga…
Assalamualaikum…
Saya sangat senang dengan situs ini dmn saya baru tau di jerman itu pemerintahnya selalu memperhatikan pendidikan masyarakatnya dengan memberikan pendidikan gratis. Beda dengan pemerintah Indonesia yang selalu korupsi contohnya dana BOS untuk sekolah negeri. Uda Ferizal sangat beruntung bisa tinggal dan bekerja disana. Bolehkah diinformasikan mengenai biaya hidup dan tempat tinggal jika kita ingin menyekolahkan anak kita di Jerman. Saya tunggui ya uda semoga sukses selalu