Kuliah yang paling bagus itu ke Jerman! Bukan karena saya lulusan Jerman tapi ijinkan saya utarakan kelebihan kuliah di Jerman…
—
Kelebihan Kuliah di Jerman 1: kualitasnya amat sangat baik merata di seluruh bidang study maupun seluruh universitas yang ada di Jerman. Ada 375-an Perguruan Tinggi di Jerman dan semuanya berkualifikasi BERMUTU secara MERATA. Semuanya berkualitas baik.
Pertanyaan paling TIDAK relevan bagi calon mahasiswa baru yang akan kuliah ke Jerman: “Universitas apa di Jerman yang paling bagus?”
Pertanyaan itu TIDAK relevan karena semua universitas di Jerman itu kualitasnya bagus atau malah bagus sekali. Jadi, yang terpenting anda diterima dan bisa lulus!
—
Kelebihan Kuliah di Jerman 2: Bidang teknologi, Sains canggih. Bidang Ekonomi memimpin dunia. Bidang Filsafat, Seni, Sosial terdepan.
Nyaris tidak negara yang mampu mengimbang Jerman dalam Inovasi sains dan Teknologi.
Tercatat 5 “Nabi Ilmu Sosial” adalah didikan tradisi pemikiran Jerman: Ada Martin Luther “nabi”-nya Kristen Protestan, ada Johann Wolfgang Goethe “nabi”-nya Islam, Karl Mark “nabi”-nya Atheis, Frederick Nietzsche “nabi”-nya Agnostik serta Rudolf Steiner “nabi”-nya Ilmu Klenik. Negara mana yang punya intelektual sosial sehebat Jerman?
Dalam dunia seni pun para composer Jerman adalah yang terbaik di dunia: Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven atau pun Johann Sebastian Bach. Mana ada Negara di dunia ini yang bisa melahirkan begitu banyak komposer yang amat melegenda yang tidak pernah lekang oleh waktu?
Di bidang Ekonomi pun, daya tahan ekonomi Jerman teruji oleh waktu. Bersama Jepang yang hancur total kalah dalam perang dunia II, bangkit sebagai kekuatan ekonomi dunia. Bedanya, Ekonomi Jerman tidak pernah mengenal krisis. Jepang dalam 2 dekade lebih ekonominya stagnan dalam krisis. Amerika dan Inggris serta Eropa lainnya sejak 2 tahun ini terjebak dalam krisis yang dalam. Jerman tampaknya masih tetap kuat untuk waktu-waktu mendatang.
—
Kelebihan Kuliah di Jerman 3: Biaya kuliah untuk kualitas yang begitu bagus nyaris GRATIS! Meskipun ada yang bayar terutama Program MBA Internasional, tetapi program lainnya biayanya GRATIS.
Tentu saja ada 2 negara bagian yang terapkan pembayaran relatif kecil yaitu 500 Euro per Semester yaitu negara bagian Bayern dan Baden Wurttemberg. Hanya kuliah di negara-negara bagian lainnya adalah GRATIS. Bahkan untuk Program S-3 malah anda digaji!
—
Kelebihan Kuliah di Jerman 4: Buat lulusannya, tersedia Program ZAV yaitu kerja sama Pemerintah Jerman dengan Pemerintah Indonesia. Dicariin kerja plus dpt subsidi 600 Eur /bln slm 2 tahun selain honor yang anda terima dari pemerintah Indonesia. Anda pun dibiayai kembali tanah air dan pekerjaan sudah siap menunggu anda.
Syarat untuk ikuti Program ZAV ini adalah anda harus lulus kuliah. Lalu tinggal daftar tawaran kerja yang tersedia di website-nya. Setelah anda diterima dan prosedur administrasi dipenuhi maka sudah ada instansi di Indonesia yang siap terima anda tanpa harus di tanah air anda bawa-bawa map lamaran kerja dan cari kerja dulu. Kan ah gengsi lulusan Jerman kok jadi pengangguran dulu? Lulusan universitas negara lain nganggur yah bisa. Tetapi lulusan Jerman nganggur? Apa kata dunia?!!!
—
Kelebihan Kuliah di Jerman 5: Prestise Reputasi lulusannya. Tidak ada tuh anak orang kaya, asal punya uang kuliah di Jerman bisa lulus! Kalau di negara lain yang universitasnya harus bayar mahal yah biasalah anak orang kaya gampang lulus. Kalau di Universitas Jerman hanya orang yang memenuhi standard kualitas akademik tradisi Jerman lah yang bisa lulus.
Jika anda lulusan dari Amerika atau Australia maka anda harus menyebut dulu nama Universitas dimana anda lulus. Jika anda cuma nyebut lulusan Amerika atau Lulusan Australia maka orang akan pikir anda pasti lulusan dari universitas level Cheng-Cheng Po.
Tetapi jika anda lulusan Jerman anda cukup menjawab: Made in Germany!
Masyarakat dunia juga tahu itu jaminan dari tradisi pendidikan berkualitas dan butuh dedikasi serta integritas tinggi untuk bisa lulus dari tradisi pendidikan tersebut!
—
Kelebihan Kuliah di Jerman 6: Berkesempatan bisa kerja di Jerman setelah lulus
Berbeda dengan Inggris yang sangat pelit memberi ijin visa kerja buat lulusannya. Apabila anda lulusan Jerman dan punya kualitas baik maka anda punya kesempatan besar berkarir di Jerman: menjadi Pemain Dunia dalam Pertarungan Global! Memahami dan bernafas di perusahaan-perusahaan Multi National Jerman dan mengerti apa arti sebuah dedikasi kerja Profesional dan berkualitas!
—
Kelebihan Kuliah di Jerman 7: Dengan kesejahteraan yang dimilikinya, Jerman menyediakan beasiswa 5.000 (lima ribu) orang Indonesia (perhatikan khusus untuk Indnesia) untuk studi Program S3 kuliah di Jerman. Program ini berlangsung selama 10 tahun.
Bisa dibayangkan betapa besarnya jaringan Jerman dalam 5 tahun mendatang dan seterusnya di Indonesia. Jika Program 5.000 doktor itu bisa mulus maka dalam beberapa tahun ke depan begitu banyak para intelektual Indonesia alumni Jerman yang mewarnai dan berkarya di tanah air. Ini adalah sebuah jejaringan intelektual yang luar biasa jika anda bersinerji di dalamnya….
—
Jadi buat anda yang punya adrenalin tinggi, intelektual memadai serta spirit untuk maju besar maka sekolah di Jerman adalah Fardhu Ain buat anda. Anda termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi kelak jika abai menunaikan kewajiban ini.
Dari Tepian Lembah Sungai Ruhr – Duisburg,
Ferizal Ramli
Bgm cara kuliah d jerman ?
Mhn info. Tks
Mhn info beasiswa NAV
Tks
mohon saran dan petunjuk kuliah di jerman kang,, haturnuhun
mantab, made in germany
mudah2an ntar anak saya di setup kuliah disana..
Amiinnn…
Pendidikan Murah tapi Fasilitas Wah di Norwegia http://rumahbetujuh.wordpress.com/2011/08/02/pendidikan-murah-tapi-fasilitas-wah-bisakah
punten gmna caranya pngn kuliah s2 di jerman gratis,..
wah saya mau tuh…dari dulu sih mau…tapi sekarang udah terlanjur keterima S3 di jepang…apa ada kesempatan bekerja atau mengajar di Jerman?
dulu pernah coba beasiswa S2 DAAD…tapi juga keburu keterima ke Jepang dari JICA
matur nuwun infonya mas…….
Selamat mas..
Mas Gunawan setelah lulus S3 bisa ambil PostDocdi Germany via http://www.humboldt-foundation.de,
Mantafs!
beasiswa di eropa makin banyak dan terbuka utk mhs asia ya
setelah baca “jualan” di atas, koq saya masih kepikiran utk ambil S3 sosiologi aja ya di Indonesia?
Kualifikasi ndak seberapa gayanya lebay! Sensasimu, membuat terlihat memilukan.
wew. pantesan banyak jenius indonesia pada munggah kesana.
disini kurang dihargai sih. ~oops. lagu lama.
Ada yang kurang kyanya mas di point ke 3, bspw. di Niedersachsen dan di Munich. setau saya Studiengebühr masih di berlakukan di kedua bundesland tersebut.
Übrigens, infonya bagus dan berkualitas! apalagi dengan program ZAV
schöne grüße aus berlin.
terima kasih mas udah berbagi ceritanya kuliah dijerman
http://www.disave.blogspot.com
Kuliah di Jerman asyik. Cara supaya bisa kuliah di JErman itu gampang, tinggal ngirim lamaran/aplikasi ke perguruan tinggi di Jerman. Lalu tunggu jawaban, apakah diterima atau tidak.
Mas, Bagai mana yah dapat beasiswa ke jerman….. langkah”nya ap aj????
trimaksih…
jadi termotivasi gini
pengen nyusul pak habibie ah….
trim’s buat semangatnya
infonya sangat bermanfaat sekali, setelah baca ini. saya coba mau sarankan ke sodara-sodara saya, yg akan menempuh jenjang pendidikan yg lebih tinggi. terima kasih mas.
ich liebe Deutchland immer XD XD
Mau bgt ane kuliah di jerman…
Kedengarannya cukup menarik.
wah… kereen….
pengen kuliah diluar negeri..
Wah pengen banget kuliah ke jerman tapi masih lama, 3 tahun lagi
Bahasanya bahasa apa?
(tanpa mengurangi bobot argumen anda), btw, mozart orang austria lo…
Mas Ferizal,
Anda boleh men-cap Jerman terbaik kalau Anda pernah studi di tempat lain juga. Saya percaya kualitas pendidikan di Jerman. Tapi, kalau tingkat dunia, sudah banyak lembaga independen yang membuat peringkat dan menurut saya cukup valid. Webometrics, Times Higher Education, dsb. Silakan di-cek sendiri dimana posisi universitas di Jerman.
Tentu tidak bisa dipungkiri Jerman tempat lahirnya filsafat dan psikologi sebagai ilmu. Kalau Anda perhatikan, nama-nama yang Anda sebutkan itu memang orang-orang hebat. Harap diingat mereka sudah masuk alam barzakh puluhan tahun yang lalu. Mirip di negara kita tercinta, yang hanya bisa menyebutkan nama-nama pahlawan dari tiap daerah. Yang namanya pahlawan, sudah meninggal, mayoritas sejak zaman Belanda masih di Indonesia. Karena pembangunan tidak merata, sekrg susah menyebut tokoh daerah. Orang-orang besar daerah seperti Latuharhary, Pattimura, itu semua masa lalu. Kalau berargumen itu mbok ya ada yang up to date, bukan sekedar bernostalgia dan mengagungkan masa lalu.
Setelah perang dunia kedua, harus diakui, suka atau tidak suka, institusi pendidikan di Amerika relatif lebih baik. Kalau Anda baca literatur bahkan filsafat dan psikologi modern, kiblatnya sudah pindah ke USA. Sebagian memang keturunan Eropa, mereka memilih pindah ke US. Soal teknologi dan sains, jangan ditanyakan lagi. Nobel Prize akademik setelah perang dunia kedua, 80% lari ke universitas/penelitian di Amerika. Silakan Anda cek sendiri.
Artikel yang ada tulis, mnrt saya sangat baik, tapi mnrt saya lebih dari hanya 7 alasan kenapa wajib kuliah di Jerman, namun di balik itu kita harus mencatat ada berapa banyak faktor yang menyebabkan gagalnya mahasiswa asing untuk menyelesaikan kuliahnya di jerman atau selesai kuliah tidak tepat waktu, mengingat persentase yg pernah saya baca hanya 5% mahasiswa asing yang berhasil mendapat predikat “made in germany” dan kurang dari 2% mahasiswa asing yang memperoleh predikat “made in germany” tepat pada waktunya
Setuju, dari dulu saya jg pengen kuliah d jerman tp gak punya bekal & info yg cukup,,, kalo gitu nanti mudah2an anak2 saya bisa melanjutkan cita2 saya, aamiin,,,
saya pikir, tulisan anda terlalu berlebihan. terutama soal kualitas universitas Jerman yg hanya mengenal 2 kategori : bagus dan bagus sekali. coba buka daftar Top 50 universities in the world versi lembaga mana saja. tak ada satupun universitas jerman yang masuk di daftar tersebut.
ini salah satu contoh linknya : http://www.usnews.com/education/worlds-best-universities-rankings/top-400-universities-in-the-world
wassalam
ini sebuah link lagi yg tdk memuat uni Jerman di daftar Top 50 nya. http://www.topuniversities.com/world-university-rankings
jadi saya heran dari mana data anda sehingga berani menyebutkan universitas di jerman cuma punya 2 kategori kualitas : bagus dan bagus sekali ? wassalam.
hanya ini link yg memuat uni Jerman di daftar Top 50.
http://www.timeshighereducation.co.uk/world-university-rankings/2011-2012/top-400.html
itupun di urutan 45. saya jadi bertanya-tanya, parameter yg anda gunakan untuk menilai sebuah universitas itu bagus dan sangat bagus itu seperti apa ya ?
dan ini bukan versi koran lho. ini dibuat oleh sebuah lembaga independen yang bergerak di bidang pendidikan bisnis. bisa dicek di link ini : http://www.topuniversities.com/content/about-qs
wassalam
Saya heran, ada juga yah intelektual yang memutuskan sebuah kredibilitas Akademik berdasarkan Lembaga Pengumpul Kuesioner? Mirip LSI menjaring Presiden Idol. Inilah jika kita menganggap bahwa pendidikan itu adalah Industri yang harus mengintung cash flow dari customernya. Jadinya, agar secara marketing cemerlang maka dengan instant popularitas digelumbung dengan kumnpulan kuesioner.
Celaka banyak orang yang akhirnya mengeluarkan dananya sampai ratusan juta IDR untuk sekolah di Universitas tersebut. Benar-2 teknik marketing yang smart dari industri pendidikan…
Makasih mas Ferizal atas info nya tentang kuliah di Jerman. terus terang saya kepingin bisa kuliah di Jerman, dengan semua kualitas pendidikan terbaik yang ada disana. namun tentu saja ada resiko yg harus dihadapi tuk kuliah di Jerman. nah resiko2 itu apa saja. saya alumni S2 UPI bandung, jurusan Pendidikan Luar Sekolah atau pendidikan Nonformal, saat ini adalah Pegawai di Ditjen PNFI, Kemdikbud, untuk kelanjutan ilmu tersebut dimana aja saya bisa lanjkutkan, mohon jika ada info sekaligus beasiswa kuliah S3, soalnya kalo biaya sendiri sepertinya tidak mungkin… thanks…:)
wah mau ney kul d jerman,, gmn iaa mas carax?
Anakku baru SMP. Mudah2 an kondisinya msh seperti yg sekarang saat anakku kuliah ya….
Saya kira yang membuat Jerman unik adalah sistem pendidikan yang sangat nyambung dengan dunia kerja. Kalau dari sisi kualitas akademis mungkin masih menjadi dominasi univ2 di AS. Tetapi bagaimana begitu mudahnya lulusan univ di Jerman mendapatkan pekerjaan itu mungkin yang menjadikan dunia perkampusan di Jerman unik. Belum lagi begitu didukungnya para lulusan untuk berusaha/mandiri melalui UKM. Sy sendiri lulusan AS tapi banyak mendapat informasi dari bbrp teman. Mungkin yg menarik dari kuliah di Jerman adalah anda (lelaki) bisa mendapat kesempatan mandi (fasilitas umum) bareng mahasiswi2 Jerman…:-)) Hal yg hampir tidak mungkin ada di AS.
Memang benar banyak orang hebat yang tercatat di dalam sejarah dan mereka berasal dari Jerman, tetapi kalau dibilang bahwa Jerman tidak pernah mengalami krisis ekonomi, dan sebagainya; sepertinya perlu diteliti lebih lanjut sebelum ‘membesar-besarkan’ nama Jerman. Saya sempat mempelajari sejarah Jerman dan keadaan Jerman HANCUR LEBUR setelah perang dunia kedua, bahkan mereka kekurangan tenaga kerja untuk membangun kembali negaranya dan mereka mengimpor orang-orang Turki. Dulu Jerman sempat mengalami inflasi yang sangat parah, bahkan Indonesia pun tidak dapat menandinginya. Contoh: Harga roti yang tadinya hanyalah beberapa cent, menjadi beberapa ratus ribu atau bahkan juta
Bisa dibayangkan bagaimana uang tidak lagi memiliki harganya pada waktu itu.
Perbedaan antara Jerman dan Indonesia sebetulnya sangat tipis, terlepas bahwa Indonesia tentunya negara dengan iklim yang lebih bersahabat dan alam yang kaya sumber daya dan indah. Perbedaan tipis tersebut bernama DISIPLIN. Jika masyarakat Indonesia bisa setengah kali saja sedisiplin masyarakat Jerman, dan apabila para pemimpin Indonesia bisa memikirkan masyarakatnya (bukan kantong sendiri), saya yakin Indonesia merupakan negara dengan potensi yang lebih besar.
Mengenai pembahasan bahwa semua universitas di Jerman BERMUTU MERATA, menurut pendapat saya malah semua itu tergantung individu masing-masing. Entah orang kuliah dimana, usaha dan ketekunannya yang menentukan masa depan orang tersebut. Selamat karena Anda merupakan lulusan Jerman, namun tidak boleh dilupakan bagaimana teman-teman kita yang lain pulang kembali ke tanah air dengan tangan kosong setelah sekian tahun di negara super hebat bernama Indonesia ini.
Salam sejahtera.
aku pengen banget kuliah s2 di jerman, syarat2 yang aku persiapkan apa aja? kasi info yaa, thanks
makasi bang>>saya bener: tertarik untuk ambil beasiswa s2 saya di jerman apalagi mengingat saya saat ini sudah ambil jurusan teknik mesin s1 terbaik di indonesia..tapi saya bingung bagaimana untuk mendapatkan info beasiswa di german??selain dengan ikut les bahasa di goethe dan konsultasi dengan frau nadia konsultan german disana..mohon sekali bantuannya kakang
Ranking universitas itu bisa saja penting kalau mengambil kuliah bachelor dan master. Tapi kalau mengambil studi doktoral, lebih mending melihat Profesornya dan tidak perlu peduli dari negara mana Profesor tersebut berasal.
Selain itu, beberapa universitas menolak untuk masuk ranking dari Times Higher Education, padahal mereka termasuk universitas yang produktif dalam sains.
Sebelum masuk kuliah, lebih baik bertanya pada diri sendiri. Buat apa kuliah? Ingin bekerja? Ingin berusaha? Ingin menang Nobel?
Kalau ingin bekerja di Jerman, kuliah di Jerman cocok buat Anda.
KAlau ingin jadi pengusaha, sebetulnya kuliah di Jerman tidak terlalu cocok. Tapi lumayanlah pengalaman bekerja sewaktu kuliah di Jerman bisa melengkapi diri kita dengan perasaan peka sosial supaya tidak menindas buruh kalau mau buka usaha di Indonesia.
Kalau ingin menang Nobel, masuklah di universitas Jerman yang memiliki pemenang Nobel dan tradisi penelitian yang kuat.
Jangan tertipu ranking. Saya masuk universitas di Jerman yang rankingnya kalah dengan universitas saya di Indonesia, menurut metode ranking Times Higher Education. Tapi di Jerman, aku bisa bertemu dua pemenang Nobel dan seminggu sekali bertemu peneliti terkenal dari berbagai negara di bidangku. Di Indonesia, pengalaman berbagi ilmu ini tidak kudapat.
permisi ikut nimbrung. saya lihat percakapan sudah berbobot. sebenernya kalo orientasi masa depan kerja di indonesia, lalu yang memiliki prospek lebih tinggi yang mana? cukup menjadi SarjanaTeknik(ST) di Indonesia kemudian Master di Jerman, atau Bachelor+Master di Jerman? mana yang prospeknya lebih bagus? terima kasih banyak, mohon tanggapannya
Pak,
Kuliah di jerman semua pakai bahasa Jerman ya?
Thx.
Terima kasih atas infonya,Pak, sangat inspiratif bagi saya.
Perkenalkan,saat ini sy mahasiswa S2 Teknik Industri ITS. Begini,Pak, sy mengikuti beasiswa fasttrack jerman sejak S1 dan rencanany sy ingin melanjutkan kuliah S3 di Jerman. Namun, masih belum ada gambaran ingin kuliah di universitas mana di Jerman. Fokus studi yang ingin sy dalami mengenai system dynamics modelling. Sy mohon informasinya tentang universitas di Jerman yang terdapat fokus bidang tersebut.
Terima kasih,
Kindly regards,
Diesta
That’s right.
Deutschland, Ich can dort fliegen.