Jadi, begini. Ekuitas Bank Century itu kurang dari 2 T. Assetnya jika berdasarkan laporan keuangan itu adalah 14 T. Asset-nya berdasarkan nilai pasar juga ndak lebih dari 2 T. Jadi, ada penggelembungan dana pada Bank Century dalam bentuk investasi kertas bodong.
Ini adalah tugas BI untuk tahu ini. Ndak bisa dong dia bilang seenaknya, wah kami ndak tahu jika ada kebohongan di Bank Century. Lha UU perbankan mengatakan bahwa itu tugas BI.
Semakin lucu lagi jika BI (dan Menkeu sebagai eksekutor dana) tidak tahu bahwa Bank Century itu punya asset bodong dan baru tahu setelah kita ngeluarkan dana 7 T. Lalu setelah 7 T dikeluarkan baru bank ditutup dan dinyatakan bangkrut.
Ada apa ini? Apakah maksudnya 7 T itu adalah dana orang tertentu yang rugi jika bank langsung ditutup? Lalu Negara kembalikan dulu itu 7 T ke pemilik modal Bank Century setelah itu “ditutup”?
Bagi saya ndak logis rakyat menanggung kerugian investasi dari pemilik modal!
Kedua jika ada efek sistemik domino dari penyelamatan Bank Century maka sekarang efek dominonya pasti terjadi. Lha wong Bank-nya ndak terselamatkan kok. Bank-nya itu sempat “ditutup” bangkrut! Kok ndak ada tuh efek domino?
Lantas kenapa tunggu kita buang 7 T untuk “selamatkan” Bank tersebut? 7 T itu untuk siapa?
LANJUTKAN!!!
kasus Bank Century ini sangat besar menelan biaya…
triliunan uang negara akan lenyap untuk mengganti kerugian Bank tersebut…
apakah ini suatu cermin budaya bangsa?
apakah ini suatu kebiasaan yang akan terus berlanjut?
sungguh sangat sulit untuk mencari para pengelola yang jujur dan bertanggung jawab…
klo sudah begini keadaanaannya, rakyatlah yang menjadi tulang punggung negara unrtuk membayar kerugian Bank tersebut….
uang rakyat yang berasal dari pajak, pasti akan mengalir untuk memulihkan kondisi Bank Century tersebut…
apakah ini layak?
sedangkan rakyat masih belum bisa menikmati kemerdekaan secara seutuhnya…
semoga saja kejadian ini bisa menjadi tolak ukur bangsa kita agar suatu saat kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi…
semoga Bangsa kita terhindar dari para pencuri berdasai…
Maju terus Indonesiaku !!!
Iklan Gratis
Oleh: Iklan Gratis on September 5, 2009
at 1:26 am
MENCIUM SKENARIO POLITIK DIBALIK PENGUCURAN DANA BAILOUT 6,7 TRILIUN KE BANK CENTURY
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) telah mengucurkan dana sebesar Rp6,7 triliun kepada Bank Century atas rekomendasi pemerintah dan Bank Indonesia. Angka itu menjadi bengkak, padahal semula yang di setujui DPR hanya sebesar Rp1,3 triliun. (Kompas 1 september 2009).
“ Betapa baiknya sikap pemerintah terhadap pemilik bank yang selama ini bermasalah”. “Kenapa pemerintah selalu bersikap protektif terhadap bank-bank yang pengelolaannya bermasalah??” semua itu Patut menjadi misteri bagi kita.
*********************
UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan, mewajibkan semua bank berhati-hati dalam memberikan pinjaman. Namun LPS mengabaikan aturan tersebut.
Prinsip the five C’s of credit analysis yang menjadi dasar pemberian dana talangan rupanya tidak diterapkan oleh LPS. LPS harusnya meneliti Character (kejujuran pemilik bank), collateral (jaminan utang bank), capital (modal), capacity (kemampuan mengelola bank) dan condition of economy sebelum boilout diberikan.
Dalam proses hukum bank Century, pemilik bank century Robert tantular beserta pejabat bank Century telah ditetapkan sebagai terdakwa kasus penggelapan dana nasabah. Bahkan manajemen Bank Century telah terlibat dalam memasarkan produk reksadana PT Antaboga Sekuritas yang jelas-jelas dalam pasal 10 UU Perbankan telah dilarang.
Artinya, dari segi the five C’s of credit analysis, Bank Century sebenarnya tidak layak sama sekali mendapatkan dana talangan dari LPS. Ironis nya LPS justru mengucurkan dana sampai 6,7 triliun ke bank itu!!!
Muncul pertanyaan, apa yang melatarbelakangi pemerintah memberian dana boilout tersebut??? akan kemana larinya dana bailout 6,7 triliun itu?
Jawabnya, Kemungkinan: pertama, pejabat LPS ceroboh dalam bertindak sehingga dianfaatkan oleh pejabat bank yang terafiliasi dengan partai politik tertentu. Kedua, Pajabat LPS, pejabat bank bermasalah dan partai politik tertentu bersekongkol bersekongkol mengemplang dana bailout.
Jawaban yang pasti, kita tunggu skenario politik berikutnya..
Oleh: redaksi on September 9, 2009
at 8:31 am
Pak Ferizal apa yang terjadi dengan facebook Bapak..? Saya mencarinya dan tidak menemukan account facebook bapak..
Oleh: nafan on November 11, 2009
at 4:14 am