Kuliah di Jerman: Bahasa Inggris atau B. Jerman?

23 Apr

Banyak pertanyaan pada saya tentang bahasa apa yang dipakai saat kuliah di Jerman? Saya akan jawab secara detail bahkan amat detail sehingga semoga bermanfaat buat anda:

PERTAMA, di Eropa ini anda standard kompetensi berbahasa yang terdiri dari level A1, A2, B1, B2, C1 dan C2.
Urutannya begini:
A1: Beginner
A2: Elementary
B1: Intermediate
B2: Upper Intermediate
C1: Advanced
C2: Proficiency

Jadi, level tertinggi adalah C2! Standard ini berlaku untuk semua bahasa di Eropa termasuk B. Jerman. Untuk bisa nyaman kuliah dengan bahasa pengantar B. Jerman maka anda minimal lulus level C1 B. Jerman.

Berdasarkan pengalaman saya, jika anda belajar B. Jerman (saya pikir bahas asing lainnya juga sama) tingkat kesulitan dan usaha yang harus anda berikan saat belajar bahasa itu berbeda pada setiap levelnya. Menurut saya seperti ini katagorinya (tentu saja ini hanya pengalaman saya pribadi yang mungkin saja orang lain melihatnya berbeda dengan saya):

Katagori 1: Level A1, A2 sampai dengan B1 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus
Katagori 2: Level B2 sampai C1 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus termasuk berlatih sendiri
Katagori 3: Level C2 –> butuh waktu kira-kira 6-9 bulan kursus termasuk berlatih sendiri

Tentu saja dalam banyak kasus, begitu banyak orang butuh jauh lebih lama dari rentang kebutuhan waktu yang saya tulis diatas. Rentang waktu yang saya tulis diatas bisa anda capai jika anda benar-benar amat bersungguh-sungguh fokus memperlajari B. Jerman.

Bagi saya, pengorbanan usaha yang saya berikan pada katagori 1 yang terdiri TIGA (A1, A2 dan B1) level itu sama beratnya dengan katagori 2 yang DUA level (B2 dan C1) serta sama beratnya dengan katagori 3 yang cuma SATU level (C2)! Jadi semakin tinggi jenjang yang ingin anda capai semakin sulit kemajuan setiap langkah yang bisa anda raih. Tolong pahami ini baik-baik bahwa belajar bahasa asing itu jangan jadikan beban tapi jadikan itu nafas hidup anda sehingga anda menikmati betul setiap saat peningkatan kemampuan Bahasa anda.

KEDUA, ini berlaku umum menurut pengalaman saya. Belajar bahasa asing itu tahap awal atau dasar atau Beginner sampai dengan Elementary belajarlah di Indonesia. Jangan langsung belajar di negara tempat Native Language itu berada. Contoh jika anda tidak mengerti sama sekali B. Jerman maka sebaiknya jangan belajar B. Jerman tingkat Beginner sampai dengan Elementary di negara Jerman secara langsung. Anda akan mengalami kesulitan untuk memahaminya. Ada 2 kendala yang akan anda hadapi:

(1) Belajar B. Jerman dengan bahasa pengantar pengajarannya B. Inggris, atau malah Belajar B. Jerman dengan bahasa pengantar pengajarannya dalam B. Jerman, itu jauh lebih sulit dari pada belajar B. Jerman dengan menggunakan bahasa ibu (dalam hal ini B. Indonesia) sebagai bahasa pengantar. Pada tahap awal amat penting belajar B. Jerman melalui pengantar bahasa Ibu dikarenakan untuk meletakkan logika dasar berbahasa akan lebih mudah ditransfer pengertiannya dalam bahasa ibu. Jadi, untuk level Beginner sampai dengan Elementary belajar lah B. Jerman dengan Bahasa pengantar B. Indonesia.

(2) Belajar B. Jerman untuk tingkat pemula/dasar (sekali lagi untuk tingkat pemula dan dasar) yang diajar oleh guru orang Indonesia akan jauh lebih mudah anda pahami dari pada yang mengajar langsung guru orang Jerman asli. Dikarenakan guru bahasa orang Indonesia sangat memahami B. Indonesia sebagai bahasa Ibu anda serta dia mengerti B. Jerman. Nah, pemahaman ini akan membuat guru orang Indonesia lebih mudah memberikan pengertian yang pas sesuai dengan cara anda berpikir dalam memahami logika berbahasa. Jika yang ngajar guru B. Jerman di negara Jerman maka dia tidak mengerti B. Indonesia. Jadilah, cara mengajarnya tidak akurat, karena cara berpikir yang berbeda membuat sulit bagi anda memahami apa yang dia ajar.

KETIGA, jika anda ambil Program Bachelor alias anda lulus SMU ingin kuliah di Jerman maka bahasa yang digunakan B. Jerman dalam perkuliahan.

Yang perlu anda pahami B. Jerman itu adalah salah satu bahasa tersulit di dunia. B. Inggris itu jauh lebih mudah dibandingkan B. Jerman jika dari aspek rumitnya tata bahasa. Sekali lagi berdasarkan pengalaman saya pribadi, B. Inggris itu secara gramatik jauh lebih mudah dari pada B. Jerman. Ditambah lagi kosakata B. Jerman itu tidak mudah anda pahami, selain penulisannya sulit, juga B. Jerman amat kaya dengan kosakata. Anda butuh waktu cukup lama untuk menguasai B. Jerman.

Oleh karena itu, jika anda ingin kuliah di Jerman selulus SMU maka dari awal sejak kelas 1 SMU atau paling tidak sejak kelas 2 SMU mulailah ambil kursus B. Jerman disela-sela sepulang sekolah. Usahakan saat lulus SMU anda sudah mencapai tahapan lulus sertifikasi level B2 B. Jerman. Jika anda mencapai level ini maka akan memudahkan anda untuk cepat menyesuaikan diri saat di Jerman!

Para lulusan SMU tidak bisa kuliah di Universitas atau FH secara langsung. Mereka harus lulus Studienkolleg (Studkol) dahulu. Adalah penting untuk anda pahami bahwa bahasa kunci sukses penting untuk studi di universitas kelak. Jadi, usahakan saat lulus Studkol anda juga sudah bisa lulus minimal level C1 dan akan amat lebih baik level C2! Ini kunci benar-benar kunci penting kesuksesan anda kuliah kelak.

KEEMPAT, jika anda ambil Master setelah anda lulus S1 di Indonesia, anda bisa pilih apakah anda ambil Program B. Jerman atau B. Inggris. Pilihan itu amat tergantung apa yang paling mudah bisa anda raih. Tapi saya kasih arahan berdasarkan pengalaman saya:

Opsi 1: Anda punya Dasar B. Jerman tapi TOEFL anda rendah
Jika sebelumnya anda sudah punya dasar B. Jerman di Indonesia sampai level sertifikasi B1 misalkan maka saran saya perdalam sampai lulus sertifikasi B2! Lalu dengan modal sertifikasi B2 anda bisa melamar ke Universitas untuk melanjutkan kursus B. Jerman sampai lulus sertifikasi C1. Dengan lulusan C1 maka ini modal yang cukup untuk memulai kuliah level Master anda dalam B. Jerman.

Opsi 2: Anda punya Dasar B. Jerman dan TOEFL anda mencapai 550
(1) Bilingual: Opsi terbaiknya adalah ambil Program Bilingual yaitu tahun pertama pakai B. Inggris dan tahun kedua pakai B. Jerman. Ini akan membuat kedua Bahasa anda akan meningkat.
(2) B. Inggris: Anda tentu saja bisa memilih program 100% Bahasa Inggris sehingga anda tidak dibebani harus belajar B. Jerman lagi. Pilihan ini juga tidak masalah meskipun ini bukan pilihan yang baik karena jika anda ingin berkarir di Jerman maka anda nyaris mutlak dituntut bisa B. Jerman.
(3) B. Jerman: ini juga opsi yang bagus. Kelemahannya, anda perlu meningkatkan B. Jerman anda sampai level C1 sebelum anda memulai kuliah.

Opsi 3: Anda tidak punya kemampuan B. Jerman sementara TOEFL anda mencapai 550
Ambil Program B. Inggris. Lupakan dulu B. Jerman dalam prioritas anda. Itu bahasa terlalu sulit untuk anda pelajari. Akan lebih baik fokuskan saja pada peningkatan TOEFL anda sampai minimal 570. Jika anda masih tetap punya kapasitas juga dan masih punya semangat belajar B. Jerman maka silahkan belajar B. Jerman semampunya. Akan lebih baik jika mencapai level B1.

Opsi 4: Anda tidak punya kemampuan B. Jerman dan TOEFL anda dibawah 550
Saya berdoa semoga Allah SWT membantu anda mewujudkan cita-cita anda sekolah di Jerman  Itu perjuangan yang amat berat. Tapi jika anda tetap punya tekad juga ingin sekolah di Jerman maka segara putuskan ingin ambil perkuliahan Master dalam B. Inggris atau B. Jerman? Jika ambil B. Inggris maka kejar TOEFL minimal 550, jika B. Jerman maka kejar level sampai dengan B2 lalu daftar ke Universitas untuk selanjutnya di Universitas tingkatkan lagi kemampuan B. Jerman anda sampai level C1. Baru kemudian bisa kuliah memulai kuliah Program Master anda.

KELIMA, jika anda S1 dan S2 bukan lulusan Jerman dan ingin kuliah S3 di Jerman maka ambillah Program B. Inggris. Hampir semua mahasiswa asing ambil S3 dalam B. Inggris. Jadi per dalam kemampuan B. Inggris anda. Akan lebih baik TOEFL anda sampai mencapai level 600 atau minimal 570. Itu prioritas utama yang harus anda kejar. Lupakan sementara belajar B. Jerman sebagai prioritas anda, kecuali jika TOEFL anda sudah amat tinggi. Anda sudah pada level Proficiency atau amat minimal advanced dalam berbahasa Inggris maka tidak ada salahnya anda belajar B. Jerman, dan akan lebih baik bisa sampai level B1.

KEENAM, adakah keuntungannya jika anda bisa B. Jerman sehingga anda perlu belajar B. Jerman?
Jawabnya: Ada! bahkan amat besar sekali keuntungan bisa B. Jerman dari pada pengorbanan anda belajar B. Jerman. Keuntungan yang bisa anda raih jika anda bisa B. Jerman saat studi di Jerman sebagai berikut:

(1) Filosofis sistem pendidikan Jerman itu linkage industry atau dengan metode link and match! Artinya, selain belajar di Kampus, anda itu sebaiknya juga praktikum dan kerja praktek di perusahaan. Masalahnya, jika anda tidak bisa B. Jerman maka jarang perusahaan yang mau menerima anda untuk praktikum. Jadilah, paling praktikum anda tidak di perusahaan tapi cuma di laboratorium kampus. Padahal jika anda praktikum di perusahaan selain anda dapat gaji mungkin antara 400 Euro sampai dengan 1.000 Euro, meskipun ada juga yang tidak dibayar, tetapi anda pasti dapat pengalaman kerja riil. Pengalaman ini amat sangat berguna untuk bisa kerja di perusahaan Jerman saat anda lulus kelak!

(2) Jika bisa B. Jerman anda mudah mencari kerja part-time saat liburan summer atau minimal kerja mini job di Jerman. Ini akan menambah uang saku anda serta malah membuat anda berkesempatan mempraktekan B. Jerman anda.

(3) Jika B. Jerman anda level advanced maka anda bisa membaca literatur-literatur penulis Jerman yang membuat horizon anda amat luas. Jerman itu kaya dengan ilmu dan pemikir-2 hebat. Kemampuan B. Jerman anda membuat anda seperti punya kunci untuk mendalami cari orang Jerman berpikir.

(4) Kemampuan B. Jerman anda juga akan memudahkan anda sehari-hari hidup di Jerman. Meskipun harus anda pahami bahwa dengan B. Inggris saja, anda pun sudah cukup nyaman hidup di Jerman

(5) Ini yang TERPENTING: jika anda ingin berkarir di perusahaan Jerman maka kemampuan B. Jerman di level advanced nyaris sebuah kemutlakkan. Perusahaan Jerman umumnya lebih suka menerima orang yang bisa B. Jerman. Tentu saja tetap ada kesempatan buat anda kerja di Jerman meskipun anda tidak bisa B. Jerman. Hanya pada umumnya perusahaan Jerman amat suka karyawannya bisa B. Jerman kecuali untuk posisi-posisi yang langka atau yang memang itu adalah posisi mengharuskan berkomunikasi bahasa Inggris.

KETUJUH, konon khabarnya saya pernah baca belajar bahasa asing itu seperti anda berlatih fitnes dan oleh raga buat otak anda. Jika anda fitnes dan olah raga maka otot anda akan bugar, sehat dan sexy. Begitu juga dengan belajar bahasa asing, konon katanya membuat otak ada menjadi cemerlang, kaya dengan pilihan imajinasi kosa kata dan tentu juga sexy. Iya anda akan terlihat sexy jika anda menguasai banyak bahasa. Jadi, jangan pernah ragu untuk belajar B. Jerman jika anda ingin studi di Jerman dan punya kesempatan belajar B. Jerman.

Akhir kata semoga anda punya pemahaman menyeluruh tentang pilihan B. Jerman atau B. Inggris kah jika anda ingin studi di Jerman. Doa saya buat kesuksesan anda semua…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe,

Ferizal Ramli

HAW Hamburg Berliner Tor 5 Keterangan Gambar: HAW Hamburg – Hamburg University of Applied Science

Sang Dokter!

22 Apr

Bukan Dokter Bedah

Bergabung menjadi konsultan manajemen dan IT sebuah rumah sakit yang konon terbesar di Eropa Utara dan nomor 2 terbesar di Jerman membuatku berkesempatan besar untuk memahami dunia kedokteran lengkap dengan berbagai sistem IT canggihnya yang didesain oleh para informatiker-informatiker terbaik.

Aku punya 3 cerita tentang hal ini yaitu:
(1) Pengalamanku terlibat lihat langsung melihat proses bedah dan sistem IT yang terkait yang men-supportnya

(2) Sistem IT security RS yang konon khabarnya dengan barikade yang mungkin hanya bisa ditembus oleh agen spy selevel Tom Cruise dalam cerita Mission Impossible :D Luar biasa sistem pengamanan data pasiennya.

(3) Rumitnya kompleksitas Landscape IT-Architechture pada Rumah Sakit.
Sistem IT RS ini ternyata jauh lebih kompleks dari berbagai perusahaan MNC yang aku pernah terlibat jadi konsultan bergabung seperti di T-System (52 ribu karyawan, Saarbrücken), Otto Versand (53 ribu karyawan, Hamburg), BMW (185 ribu karyawan, München), Benteler (28 ribu karyawan, Düsseldorf) dan Clariant (21 ribu karyawan, Frankfurt). Ternyata industri rumah sakit itu sistem IT-nya jauh lebih kompleks dari pada industri telekom, retail, otomotif, manufactuk dan kimia.

Dari ke-3 cerita diatas, saat ini aku ingin sharing cerita tentang pengalaman saya terlibat ikut melihat langsung proses operasi bedah kanker. Dua cerita lainnya ku-sharing kapan-kapan jika sempat.

“Sistem Supply Chain Management yang sempurna di Ruang Bedah”

Ada sebuah gedung khusus yang itu untuk ruang operasi tersentral. Gedung itu punya akses diatasnya adalah landasan Helikopter sementara di pintu utamanya adalah ruangan dimana ambulan bisa masuk keluar dengan cepat.
Saat kita mau masuk ruang operasi maka langsung masuk ruang ganti pakaian khusus untuk masuk kamar bedah. Disana tangan kita dicuci steril bersih serta semua pakaian kita ditanggalkan kecuali pakaian dalam, lalu berganti dengan pakaian ruang bedah.

Keluar ruang ganti dari pintu sisi lainnya maka kita langsung bertemu dengan ruang kontrol pusat administrasi untuk keperluan administrasi pasien yang akan dibedah. Setelah dari ruang pusat kontrol administrasi, si pasien akan di dorong ke ruang tunggu operasi. Dari ruang tunggu operasi akan dimasukkan ke ruang operasi, dan setelah itu akan di taruh di ruang pemulihan serta akhirnya akan di kembalikan ke ruang rawat inap. Nah, siklus ini dibuat benar-benar secara efisien mengikuti workflow sebuah sistem supply chain management di perusahaan manufaktur. Tidak ada pergerakan yang mutar-mutar tempat tidur pasien yang tidak perlu, semua dibuat flow yang membentuk circle amat efisien.

“Dokter Profesi Bersih dan Mulia tapi bersentuhan dengan sesuatu yang tidak bersih sama sekali” :)

Yang menarik cerita di ruang operasi. Awalnya saat masuk ruang operasi aku begitu amat antusias. Aku mulai menyimak dan mengkhayal rumitnya kamera-kamera yang melengkapi. Ada layar semacam teleconference dimana dokter lain dari rumah sakit lain bisa menyimaknya. Cuma yang membuatku kaget ternyata aku tidak melihat sama sekali pasiennya. Semua tertutup kecuali cuma ada semacam permukaan kulit yang terlihat yang akan dibedah.

Hanya proses mengamati ini tidak bisa lama. Para dokter dengan cekatan mulai arahkan pisau laser. Saat sayatan pertama, aku masih sanggup melihat, keluar darah disana tapi pada sayatan berikutnya aku sudah mulai menjauh untuk melihat. Tidak lama kemudian aku melihat ada darah muncrat seperti air mancur. Itu belum seberapa, lalu terpancar gumpalan nanah. Pada titik ini aku sudah tidak sanggup lagi melihat. Aku benar-benar mau muntah melihat nanah memancar.

Aku tidak tahu apakah aku tersugesti atau itu nyata. Aku seperti membaui sesuatu yang busuk di sana saat nanah itu muncrat keluar. Aku sudah tidak bisa memperhatikan lagi. Semua khayalanku untuk menikmati pengalaman yang penuh spiritual ini berubah menjadi sebuah realitas horror yang menakutkan. Aku tidak sanggup bertahan. Cukup lah mungkin hanya beberapa belas menit saja aku di ruang operasi, kuputuskan keluar. Biarlah itu tugas para dokter. Tugasku cukup memastikan system SAP di rumah sakit tersebut berjalan dengan baik!

Keluar dari ruang operasi kupikir aku akan mendapatkan pemandangan lebih baik, ternyata harapan itu salah. Saat aku memasuki ruang istirahat para dokter setelah mereka mengoperasi, disana tersedia berbagai makanan. Nah, ada seorang dokter cantik yang baru saja selesai operasi dengan jubah pakaian bedahnya yang berlumur darah masuk ke ruang istirahat. Jubah lumur darahnya dia lucuti dan dia masukan ke semacam tempat pakaian kotor yang tersedia disana. Lalu dia cuci tangan dengan desinfektan. Setelah dia bersih-bersih di wastafel, kemudian santai menuju menu makanan dan buah-2 yang tersedia, lalu dengan santai dia santap lahap itu makanan.

Bathinku dalam hati, ini dokter ini seperti ndak masalah kalau beberapa menit yang lalu dia baru saja bergumul dengan darah, nanah dan mungkin bagian tubuh pasien yang busuk. Main santap lahap aja itu makanan di meja sambil cekakak-cekikik ngobrol dengan dengan dokter lain. Di ruang itu aku kehilangan selera makan sama sekali. Jangan kan untuk makan, menyentuh juice saja aku tidak sanggup.

Untuk menghibur diri kudekati dokter cantik itu. Kuajak ngobrol dokter itu, ternyata si cantik itu ahli bedah Urologi toh. Hmm dokter kebidanan banyak yang laki-laki, ini dokter urologi justru wanita cantik :D

Dia cerita dia butuh 15 tahun sekolah untuk sampai pada level spesialis bedah Urologi yaitu 8 tahun kuliah kedokteran di Universität Göttingen, 2 tahun kuliah Spesialis Urologi di New York University dan 5 tahun kuliah bedah Urologi di Universität Hamburg. Dia pun bercerita dengan cekakak-cekikik tentang penyakit yang berhubungan dengan senjata pria ini padaku :)

Aku cuma mikir kehidupan pribadi dokter memang amat kompleks. Bagaimana mungkin dia bisa begitu rasionalis dingin dari ruang operasi bedah Urologi, penuh darah di jubahnya, cuma bersihin tubuh langsung bisa menikmati santap makan. Lalu di rumah mungkin dengan suaminya bercinta padahal tadi siang dia baru saja mengoperasi senjata lelaki yang terkulai loyo.

Aku butuh cukup lama untuk melupakan realitas horor di ruang operasi untuk kembalikan selera makanku. Kuputuskan aku tidak berminat lagi melihat langsung proses operasi. Satu-satu rasa syukur yang ada padaku, untung aku profesinya konsultan IT dan Manajemen sehingga kemana-mana bisa pakai jas, dasi dan wangi serta ketemu dengan orang-orang yang rapih, necis, cantik-cantik dan wangi. Jadi pekerjaanku jauh lebih bersih dari pada pekerjaan dokter yang memang mulia tapi aduh bergelimpangan dengan kotoran.

Salam hormatku buat anda para dokter…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Sekolah Berfasilitas Bagus beda Indonesia dan Jerman!

18 Apr

(Saya menulis tulisan ini karena baru saja menyimak berbagai sekolah SD elit Internasional di Indonesia)

Di Jakarta atau banyak kota besar terdapat banyak sekolah dengan fasilitas amat bagus seperti sekolah-sekolah berlabel Internasional, sekolah Al Azhar, dan sekolah-sekolah bagus negeri lainnya yang masuk sekolah negeri unggulan yang punya fasilitas sempurna.

Pertanyaannya siapa yang berhak menikmati fasilitas bagus di sekolah bagus di Indonesia?
Jawabnya saya yakin hanya anak orang kaya atau minimal anak orang dari kalangan memengah ke atas yang bisa menikmatinya. Mereka-mereka lah yang punya uang yang bisa sekolahkan anaknya ke sekolah yang punya fasilitas bagus. Akibatnya, mereka pulalah yang akhirnya masuk ke Universitas elit di Indonesia. Anak orang miskin akan sulit masuk sekolah bagus dan sulit tembus Univ elit. Jadilah masa depan mereka akan tetap miskin selamanya.

Sistem sekolah kita telah membuat orang yang terlahir dari keluarga miskin akan menjadi anak miskin seumur hidupnya berserta tujuh turunannya. Jadi inilah sejatinya kemiskinan struktural yang dibuat oleh sistem pendidikan kita. Kemiskinan yang merupakan kutukan karena bagusnya fasilitas pendidikan di sekolah justru malah diperuntukkan pada orang kaya dan berada.

Ijinkan saya bercerita sedikit tentang sebuah sekolah dasar dan menengah di tepat jantung kota Harburg (selevel Kotamadya) bagian dari negara kota Hamburg. Nama sekolah itu adalah Maretstraße-Schule
(lihat link gambarnya: http://www.abus.com/var/ezflow_site/storage/images/media/images/schule_maretstrasse/344127-1-ger-DE/schule_maretstrasse_slide.jpg).

Ini beberapa contoh kecil yang menarik untuk tahu dalamnya:
1. Bangunan dari Gedung Sekolah Maretstraße itu tidak kalah bagusnya dengan Gedung MM UGM yang begitu mewah menonjol di lingkungan Kampus UGM.

2. Mereka punya berbagai Program pengembangan anak yang benar-benar disubsidi oleh Pemerintah Hamburg dengan nama “Feuer Vogel” atau “Burung Api” yang prinsipnya akan mencerdesakan anak didiknya menjadi tangguh bahkan tidak cuma anak didik, para orang Ibu dari murid yang imigran dikursuskan B. Jerman secara gratis. Jadi, tidak cuma anaknya yang dididik, Ibunya pun didik oleh sekolah :)

Kursus musik di sekolah ini gratis dimana klo mau ambil kursus gitar misalkan, tersedia gitar yang banyak berlebihan dan dipinjamin boleh bawa pulang selama sang murid ambil kursus gitar. Begitu juga dengan kursus-2 musik lainnya.

3. Murid di kelasnya cuma 15 orang dan per kelas diajar oleh 2 guru yang siap selalu membantu murid-muridnya. Bayangkan murid cuma 15 orang dibimbing 2 guru :)

4. Muridnya sekolah sampai sore dan itu gratis kecuali cuma bayar uang makan siang yang amat murah sekali cuma 1 Euro per hari dengan porsi enak dan boleh nambah bagi anak kita (untuk cacatan jika anda makan Kebab Turki paling tidak anda harus rogoh kocek 3,5 Euro). Itu pun kalau dari keluarga tidak mampu digratiskan untuk bayar uang makan siang.

Ini sebuah fasilitas yang luar biasa yang hanya bisa diimbangi oleh sekolah amat mahal di Indonesia dan pasti dari keluarga kaya Indonesia yang bisa sekolahkan anaknya di sekolah yang fasilitasnya begitu bagus.

Tapi kelebihan Sekolah Maretstrße belum seberapa!

Yang paling ISTIMEWA adalah seluruh fasilitas tersebut diberikan pada orang MISKIN! Dikarenakan letak sekolah tersebut di tempat “kumuh” untuk ukuran kota Hamburg, maka murid-murid yang masuk sekolah tersebut adalah murid-murid dari keluarga miskin dan terbelakang menurut versi pemerintah kota Hamburg.

Pemerintah Hamburg langsung waspada! Jika fasilitas sekolahnya cuma standard sama dengan sekolah negeri lainnya maka murid di sekolah Maretstraße akan tertinggal kualitasnya dibandingkan sekolah lainnya. Jadilah oleh Pemerintah Hamburg, itu sekolah difasilitasi dengan berbagai Program agar sang murid dari keluarga terbelakang ini bisa mendapatkan kesempatan sama dengan murid lainnya.

Pemerintah Hamburg juga waspada bahwa kesuksesan murid itu amat ditentukan oleh orang tuannya terutama Ibunya. Oleh karena itu pun, Ibu dari orang tua murid difasilitasi dengan berbagai macam pendidikan dan program pengembangan diri agar si Ibu dari kalangan bawah ini juga terangkat kapasitas intelektualnya.

Aku pikir seperti itulah sistem pendidikan yang benar. Fasilitas yang bagus dan berlebihan itu seharusnya justru diberikan atau minimal dikasih akses buat masyarakat miskin untuk menikmatinya sehingga dia bisa maju dalam belajar. Bukan malah masyarakat miskin dilarang mendapatakan fasilitas sekolah yang bagus, dan justru si kaya yang menikmatinya. Kalau fasilitas bagus pendidikan hanya bisa dinikmati oleh orang kaya dan orang miskin tidak berhak menikmatinya maka ini lah yang namanya Kutukan Kemiskinan Turunan dari Sistem Pendidikan kita!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Sharing Cerita tentang Berbagi pengalaman setelah Studi di Jerman

15 Apr

Kuucapkan Selamat Berjuang buat Adik Kandung atas Amanah yang Kamu Emban sebagai Pembantu Rektor II di Perguruan Tinggi Perminyakan di Balikpapan

Ini untuk kedua kalinya kamu dipercaya mengemban amanat Pimpinan setelah sebelumnya menjadi Pembantu Rektor III.

Kuingat saat itu pertengahan tahun 2008, sesaat setelah kamu menyelesaikan Master of Business Administration in International Business dari Hochschule Bremen Jerman dan Master of Arts in Global Marketing dari Universidad de Valencia Spanyol, kamu pun bergabung di Atlantic Kempinski Hotel Hamburg. Hanya, seperti biasa kamu selalu memutuskan langkah-langkah yang amat membuatku, meskipun aku kakak kandungmu, tetap saja takjub.

Kuingat kata-katamu:
“Uda, 10 tahun sudah hidupku kuhabiskan di luar negeri. Semua belahan benua pernah aku tinggali dari Ujung Benua Amerika sampai Benua Hitam Afrika pun, sudah pernah aku bermukim disana”.

“Uda, memang begitu berat rasanya harus tinggalkan negeri Jerman yang indah ini serta pekerjaanku di Hotel terbaik di kota Hamburg ini. Bagiku, Jerman adalah negara yang paling sejahtera dari banyak negara yang pernah aku tinggali. Hamburg adalah salah satu kota terindah dan ternyaman dari berpuluhan kota dunia yang pernah aku tinggali”.

“Tinggal di Jerman adalah sebuah impian Uda. Tapi Yaya (begitu adikku kalau memanggil namanya sendiri kalau bicara denganku) memutuskan untuk tidak lanjutkan “mimpi” ini. Yaya ingin balik ke Indonesia. Memulai hidup baru dari bawah dengan berbagai kesahajaan dan tantangannya yang tidak kalah kerasnya dari pada pertarungan global brutal dan frontal di Eropa”.

“Hanya, di Indonesia itu sesungguhnya surga dakwah yang menyenangkan untuk mengisi hari-hari kita sampai umur kita berakhir. Di Jerman jika kita berkarya akan dihargai sebagai prestasi kerja belaka. Di Indonesia jika kita berkarya dengan tulus maka akan dinilai sebagai sebuah dedikasi ibadah karena itu bisa memberi manfaat pada banyak orang”.

“Uda, Yaya pulang ke Indonesia uda. Uda tetap di Jerman dulu dan pelajari sebanyak mungkin yang uda bisa raih. Setelah itu pulang Uda. Yaya, Mama dan Adik-adik pasti akan senang menyambut kepulangan uda jika saatnya uda harus pulang. Jerman yang indah ini bukan milik hati kita. Cepat atau lambat Uda harus pulang yah…”

Begitulah kira-kira ucapan dari adik kandungku yang cantik, tinggi besar ini dan selalu kukuh dengan keyakinannya.

Ah, aku masih ingat saat-saat kita bersama di Jerman meskipun penuh dengan “pertarungan visi, gagasan, ide, strategi dan prinsip” ternyata itu sesungguhnya sebuah dialektika intimasi yang amat indah.

Selamat bertugas adikku. Kita pasti sama-sama ingat bahwa berkarya di Indonesia itu sesungguhnya adalah dakwah dan ibadah!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Konflik segitia: Rusia-Eropa-AS mana teman dan mana lawan?

13 Apr

Diawali dengan hitungan NATO yang anggap Ukraina sangat strategis sehingga perlu dirangkul NATO serta masuk ke EU. NATO dan EU pun membujuk agar Ukraina meninggalkan sekutu lamanya Rusia dan beralih ke NATO dan EU.

Ukraina sendiri terpecah yang bagian Barat lebih suka ke NATO dan EU serta yang Timur lebih suka ke Rusia. Jadilah, konflik tajam dan berdarah.

Rusia seperti juga NATO memandang Ukraina adalah strategis bagi kepentingannya apalagi Ukraina sekutu lamanya yang terpenting selama ini. Jadilah, saat Ukraina rusuh maka Rusia pun mendukung Ukraina Timur dalam hal ini Crimea untuk gabung ke Rusia.

EU dan AS pun meradang karena ikut campur Rusia dalam konflik Ukraina. Lalu terjadilah saling ancam dan akhirnya saling jatuhkan sanksi dan akan meluas menjadi perang ekonomi.

Nah, di titiik perang Ekonomi inilah menjadi menarik sebenarnya siapa lawan dan siapa kawan?

Awalnya peta konfliknya adalah Rusia melawan EU dan AS. Tapi tampaknya Rusia menggunakan senjata yang justru akan membuat EU sangat mungkin malah berpaling berdekatan ke Rusia dan “tinggalkan” Amrik.

Alasan kenapa EU malah akhirnya bisa “berbalik” ke Rusia dan membangun aliansi dagang dengan Rusia semakin akrab, adalah sebagai berikut:

Pertama, alasan Fundamentalis. Secara energi EU benar-benar amat tergantung pada Rusia. Rusia bisa hentikan pasokan energinya. Jika senjata energi ini digunakan maka Jerman sang pemimpin EU akan paling terpukul karena kebutuhan energi besar dari Rusia, disisi lain Jerman sendiri punya tanggung jawab membantu negara2 EU yang belum pulih dari krisis sama sekali seperti Yunani, Portugal, termasuk Spanyol dan Italia. Saat ini Jerman berada di puncak tertinggi prestasi ekonominya sehingga dia bisa menjadi penyanggah saat EU krisis. Apa yang terjadi jika industri Jerman “ambrol” karena krisis energi akibat boikot energi dari Rusia? Ini akan membuat krisis EU masuk labirin panjang.

Tentu saja senjata energi ini juga akan memukul Rusia karena gasnya juga tidak laku terjual. Sekarang tinggal kuat2an saja apakah EU atau Rusia yang paling kuat bertahan.

Kedua, alasan Pragmatis. Sudah bukan menjadi rahasia lagi bahwa EU bersatu dalam EURO dengan segala ongkos yang harus dibayarnya itu dengan satu tujuan nyata: Ingin mengimbangi dan mengalahkan mata uang USD dalam perdagangan internasional.

Saat ini Rusia menggunakan senjata ekonomi yaitu pembayaran tanpa USD dollar perdagangan internasional. Rusia sangat mungkin saat dagang dengan EU pakai Euro. Lha bukan kah dengan strategi ini justru Euro akhirnya menjadi mata uang terkuat di dunia dan hegemoni dunia akan dipegang Euro, bukan USD lagi.

Kalau ini terjadi, dimana mata uang Euro menggantikan USD sebagai mata uang internasional maka akan mudah bagi Bank Central Eropa lepas dari krisis EU. Bank Central EU akan lebih leluasa mencetak uang sebanyak2nya untuk bailout. Cara “dirty dan ugly” ini terbukti sukses besar dilakukan US selama ini untuk mengatasi krisis di negaranya.

Dari 2 alasan ini jika EU bisa berdamai dengan Rusia justru “Perang Ekonomi” ini malah menguntungkan posisinya mengalahkan rival ekonomi bebuyutannya yaitu US. Bagi Eropa sesungguhnya rival ekonominya bukan Rusia tapi US. Jadi, justru “perang ekonomi” ini malah membuat EU bisa membuat posisinya menguntungkan mengambil alih kepemimpinan US.

Disisi lain, jika EU tetap bersama US dan melawan Rusia maka yang terpukul adalah EU. Dalam perang ekonomi ini pukulan Rusia dengan senjata pasokan energinya memukul Eropa langsung di jantung kehidupannya. Sementara US “asyik-asyik” aja menikmati EU dan Rusia berperang paling-paling membantu EU dengan membekukan asset Rusia di Amrik. Lha bagaimana jika Rusia membalasnya dengan menasionalisasi perusahaan EU yang di Rusia? Padahal begitu banyak perusahaan Jerman dan EU beroperasi di Rusia. Apakah EU tidak semakin babak belur?

Orang Eropa juga sudah tahu bahwa yang membuat US saat ini bisa memimpin dunia sekarang ini, karena Eropa sering kali menjadi korban atas perang di benuanya sendiri. Jadi, akan kah Eropa mau “berdarah-darah” lagi dalam perang Ekonomi ini sementara US akan menikmati “keuntungan” ganda yaitu Eropa sebagai rival ekonomi-nya lumpuh, sementara Rusia sebagai rival militernya terpuruk.

Eropa pasti berhitung tidak mau ini terjadi. Masalahnya, Eropa punya dilemma moral. Mosok dia akan biarkan saja Putin berbuat sesuatu terhadap Ukrania di depan mata Eropa? Bisa remuk wajah harga diri bangsa Eropa.

Nah, jika perang ekonomi ini benar2 ingin terus dilangsungkan maka tinggal pinter-pinter Putin dan Rusia menjaga “muka bangsa Eropa”, jika Putin berhasil maka pecundang dalam perang ekonomi ini adalah US :)

Terkecuali jika ini semua cuma panggung sandiwara belaka… ah, dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah… :)

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Anies Baswedan!

5 Apr

153573_620

Anda adalah inspirasi bagi bangsa ini. Saya berharap SBY dan Partai Demokrat diberi hidayat besar sehingga memajukan anda menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat, seperti Megawati dan PDIP memajukan Joko Widodo.

Ada 2 sikap anda yang saya amat hormati seperti yang terlampir dalam lampiran berita Kompas ini http://nasional.kompas.com/read/2014/04/05/1949342/Tak.Mau.Jadi.Bagian.Masalah.Anies.Tolak.Jadi.Cawapres.Prabowo,

yaitu:

1) Anda menolak secara tegas untuk bersama dengan Prabowo dikarenakan anda TIDAK mau menjadi bagian dari masalah.

Memang benar mereka-mereka yang pernah menjadi masalah dalam urusan kriminal baik tragedi kemanusiaan ataupun tragedi lumpur adalah musuh bersama bangsa ini yang tidak perlu ragu untuk menjaga jarak dengan mereka. Sikap tegas anda dalam melihat benar dan salah merupakan sebuah karakter terhormat pribadi seorang pemimpin. Pesan anda jelas buat rakyat Indonesia: “Pemimpin itu bukan bagian dari masalah, pemimpin itu harus menjadi solusi atas masalah!”

2) Anda menghormati orang-orang baik seperti Joko Widodo, sekalipun mereka adalah lawan politik anda. Respek anda tetap diberikan pada orang baik yang menjadi lawan politik anda. Ini adalah contoh politik beretika.

Bagi saya, kesemuaan ini adalah sebuah sikap politisi yang terpuji!

Harusnya Partai Demokrat paham akan hal ini. Partai Demokrat harus tidak boleh melakukan kecurangan dalam konvensi yang hanya ingin memuluskan jalan Ipar Sang Raja Partai padahal rakyat tidak menginginkan si Ipar maju. Harusnya Partai Demokrat menyadari jika Partai Demokrat memajukan anda sebagai Calon Presiden maka inilah keuntungan ganda baik bagi bangsa dan bahkan buat Partai demokrat itu sendiri:

1. Rakyat akan disuguhi “pesta demokrasi” dengan kontestan 2 Putra Terbaik Bangsa ini dimana Anies Baswedan dari Partai Demokrat dan Joko Widodo dari Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia. Inilah anugerah pilihan indah yang akan diterima oleh bangsa Indonesia: memilih pemimpi PALING BAIK dari yang TERBAIK!

2. Ini bentuk nyata itikad baik Partai Demokrat dalam mengurangi dosa besarnya yang selama ini telah mengkhianati rakyat dengan perilaku korupnya. Partai Demokrat akhirnya memberikan sesuatu yang terbaik buat Bangsa Indonesia dengan memajukan orang baik seperti Anies Baswedan untuk pemimpin bagi bangsa Indonesia.

Saatnya SBY menyadari pemerintahannya yang 5 tahun ini penuh dengan cerita gagal dan kekeliruannya, dia tutup dengan memajukan orang terbaik dan terbersih untuk menjadi Calon Presiden disiapkan “bertarung secara terhormat” melawan Joko Widodo!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Kenapa saya pilih PDIP?

5 Apr

Anies-Baswedan-Jokowi-Bima-Arya-di-Paramadina

Sahabat saya bicara pada saya seperti ini:

“Fer, yang kutahu kamu besar dari keluarga Islam Minang yang kuat, dengan tradisi politik Masyumi bahkan dalam keadaan status ayahmu PNS Pertamina di masa rejim ORBA, keluarga besarmu dan kamu pun tetap coblos Partai Kabah sebagai bentuk konsistenmu memilih Partai Islam. Di saat ditekan ORBA pun tetap Partai Islam. Lha kenapa sekarang malah pindah Partai Nasionalis?”

Jawabku:
1. Aku ingin Indonesia lebih baik. Aku pilih Jokowi, meskipun dia punya banyak kekurangan tapi saat ini dia yang terbaik dicalonkan dari calon yang ada dibandingkan Ical, Prabowo dan Wiranto.

Sesungguhnya Pilihan yang terbaik menurutku adalah Anies Baswedan. Sayang belum ada Partai yang memajukannya sementara untuk maju jadi Presiden harus diajukan Partai.

2. Aku pilih PDIP karena aku ingin PDIP bisa menang besar dalam pileg sehingga bisa mulus ajukan Jokowi serta bisa bangun pemerintahan yang kuat yang tidak terlalu banyak berkompromi dengan politisi Senayan.

Jika saja PD (Partai Demokrat) hari ini ajukan Anies Baswedan sebagai calon Presidennya maka aku pilih Partai Demokrat!

3. Dua alasan diatas adalah alasan dasar kenapa aku pilih PDIP atau malah mungkin PD jika dia mengajukan Anies Baswedan yang nota bene kedua Partai itu adalah Partai Nasionalis.

Tapi aku punya alasan tambahan kenapa pilih Partai Nasionalis saat ini, bukan Partai Islam paling tidak pada hari ini entah 5 tahun lagi, yaitu jika Partai Nasionalis itu kalau salah atau korup maka aku dan masyarakat Indonesia mudah mengkritisinya.

Jika Partai Islam yang salah, bahkan sudah jelas-jelas ketangkap tangan korupsi oleh KPK, saat aku mengkritisinya maka aku akan dijejali Ayat-Ayat Suci Al Quran yang mereka kutip seenaknya untuk membela pimpinan Partai Islam yang korup, mereka juga nuduh aku (dan masyarakat lain) yang mengkritisi perilaku korup Presiden Partainya sebagai si penyebar Ghibah bahkan tuduhan sebagai tukang fitnah lengkap dengan kutipan Ayat Quran seenaknya yang mencela aku. Begitu mudah obral Ayat-2 Suci untuk membela pimpinannya yang jelas2 tertangkap tangan korup.

Pola perilaku “primitif berpolitik” dalam obral kutip Ayat Suci semaunya untuk kepentingan membela pimpinannya yang korup ini, membuatku sadar bahwa saat ini Partai Islam terlalu sulit untuk diajak membangun pemerintahan yang akuntabilitas.

Dengan Partai Nasionalis jika mereka lalai tinggal kita kritisi dan pressure secara bersama, jika korup tinggal kita bongkar kasusnya. Kita tidak akan dapat tuduhan konspirasi Yahudi, penyebar Ghibah dan Tukang fitnah, yang mirip jaman Rejim Orba klo kita kritisi lalu dapat tuduhan simpatisan PKI/Komunis. Dengan Partai Nasionalis jika mereka salah maka rakyat bebas mengkritisinya sehingga akan semakin terbangun tradisi pemerintah yang akuntabilitas.


Ini adalah alasanku pribadi yang setiap orang bisa berbeda tapi paling tidak aku punya alasan dan pertimbangan matang saat memilih…

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe di hari Pemilu di KJRI Hamburg

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 132 pengikut lainnya.