Hapus Pilkada Tingkat I dan lakukan Pilkada Langsung hanya TK II

14 Sep

20140904_114357_Pilkada_LangsungDiskusi Pilkada langsung dengan dipilih oleh DPRD adalah diskusi yang tidak relevan. Lebih tidak relevan lagi jika kita menyeretnya pada urusan politik praktis hanya untuk kepentingan Parpol jangka pendek belaka.

Demokrasi kita sudah “on the track”. Yang perlu diperhatikan adalah membangun tradisi politik dan birokrasi yang meritokrasi alias pemimpin, sistem dan institusi itu harus berjalan efektif. Oleh karena itu bagaimana menentukan mekanisme memimpin daerah harus disesuaikan dengan “Job Description”-nya.

Secara manajemen publik kita sudah menyepakati bahwa kita itu Otonomi Daerah Tingkat II bukan Otonomi Tingkat I (sebagai bentuk penolakan Negara Federasi). Ini artinya apa?

Artinya bahwa Otonomi kita itu didelegasikan ke tingkat II. Jika kita sepakat tingkat II adalah otonom maka Bupati/Walikota itu yah harus dipilih langsung oleh Rakyat. Ini harus Pilkada Langsung. Bupati/Walikota bertanggung jawab langsung ke rakyat dengan menjalankan janji kampanyenya. Agar proses bertanggung jawab ke rakyatnya akuntabilitas maka perlu ada DPRD II yang mengawasinya.

Jadi, Bupati/Walikota punya otonomi penuh menjalankan pemerintahnya. Dia tidak bisa dipecat oleh siapapun kecuali terlibat kasus kriminal. Oleh karena itu, Bupati/Walikota harus dipilih langsung.

Lantas bagaimana dengan Gubernur? Saat kita sepakat Otonomi di TK II maka kekuasaan Gubernur sebagai Kepala Daerah itu “melompong”. Jadi birokrasi di Tingkat I benar-benar dibuat sekecil mungkin. DPRD I DIHAPUS karena tidak berguna mengawasi Gubernur karena kekuasaan sebagai Kepala Daerahnya tidak ada.

Lantas siapa yang angkat Gubernur? Gubernur diangkat Presiden seperti Menteri yang diangkat Presiden! Gubernur menjadi kepanjangan tangan pemerintah pusat di daerah agar daerah-daerah tingkat II saat menjalankan otonominya berkesesuaian dengan pemerintah pusat. Gubernur tidak membutuhkan wakil Gubernur.

Tugas Gubernur menjadi Pemerintah Koordinator antara Kabupaten/Kota di propinsinya melalui 2 instrumen penting:

1. Persetujuan Distribusi Anggaran Daerah
Jika Gubernur melihat sebuah daerah TK II menjalankan pemerintahnya tidak akuntanbel maka Gubernur bisa menunda atau tidak menyetujui anggaran daerah yang diajukan oleh Pemda TK II

2. Persetujuan Peraturan Daerah
Perda-Perda Daerah baru bisa berlaku setelah Gubernur memberi persetujuan. Ini akan menghindari ketidaksingkronan antara peraturan daerah dengan peraturan di tingkat nasional.

Selain menjadi Koordinator Daerah, tugas Gubernur lainnya adalah membawa aspirasi daerahnya ke tingkat pusat sehingga persoalan-persoalan yang tidak bisa diselesaikan di level daerah akan diperjuangkan Gubernur di tingkat pusat seperti: pembangunan infrastruktur listrik, jalan, bangunan, area industri, pelabuhan, bandara, bendungan, rumah sakit, sekolah-sekolah, dan lain-lain. Rancangan Pembangunan Infrastruktur Daerah ini menjadi tugas Gubernur untuk dia perjuangkan ke level nasional.

Gubernur juga menyelesaikan persoalan daerah yang tidak perlu sehingga tidak harus dibawa ke pusat seperti ada kepala daerah TK II korupsi maka ijin untuk memeriksanya tidak perlu tunggu persetujuan Presiden. Itu cukup dilakukan Gubernur saja.

Nah kinerja dan performa Gubernur ini diawasi oleh DPD (Dewan Pertimbangan Daerah). Ini juga akan memberdayakan DPD sebagai lembaga perwakilan daerah yang selama ini kalah otoritasnya dibandingkan DPR.


Jika kita sudah melihat Job Description-nya maka jelas bahwa:
1. Bupati/Walikota itu dilakukan melalui Pilkada langsung. Agar hemat biaya maka lakukan secara serentak paling tidak per propinsi atau gabungan beberapa propinsi secara bersamaan.

Lebih bagus lagi jika pelaksanaan Pilkada Daerah ini dilakukan 1 tahun sebelum pemilu. Jadi, koalisi parpol dan politisi itu dilakukan sebelum pemilu diadakan. Ini juga akan membuat pemerintah nasional yang terbentuk akan kuat karena koalisinya sudah terekat sejak Pilkada.

2. Pemilu Nasional dilakukan secara serentak untuk memilih Presiden/Wapres, DPR, DPD dan DPRD (Hanya tingkat II).

3. Setelah Presiden dilantikan maka menyusun kabinet serta memilih gubernur. Partner kerja Kabinet (Menteri) adalah DPR dan partner kerja Gubernur adalah DPD.

Jadi, dalam hemat saya untuk membangun tradisi meritokrasi dalam demokrasi kita, Pilkada Tingkat II itu dilakukan pemilihan langsung. Untuk Pilkada Tingkat I DIHAPUS. Tentu saja harus diberi kekhususan pada beberapa propinsi yaitu NAD, DKI, DIY serta Propinsi-Propinsi di Papua.

-dari Tepian Lembah Sungai Elbe di awal Musim Gugur-

Pulang ke Tanah Air sebagai sebuah kontemplasi…

6 Sep

Rice-Paddy-Terraces-in-Bali-Indonesia-wallpaperIni adalah kebiasaan orang Indonesia yang hidup diluar negeri (mengambil kasus temen-temen saya di Jerman), menurut saya:

Tahun ke 1 s.d. 5, inginnya pulang. Homesick! Kangen dengan tanah air, negeri indah rayuan pulau kelapa khatulistiwa. Semua tentang Indonesia begitu amat ngangeni. Geding-gending Jawanya, tata bahasa halusnya yang penuh ramah tamah, masakan Padangnya, Panorama Pantai dan Gunung-Gunung Api yang begitu eksotis. Ada penjual bakso di malam hari, mie teg-teg, pecel lele, siomay, burjo, nasi kucing, dll, dll. Bisa berdebat dengan temen2 sampai subuh dengan begadang sambil ngakak-ngakak bersama. Ini benar-benar kaya spirit hidup yang indah.

Tahun ke 5 s.d. 10, sudah mulai amat merasakan begitu nikmatnya sistem ekonomi sosialis Jerman. Sistem sosial yang begitu luar biasa hebat secara merata. Sistem asuransi kesehatan begitu amat sempurna yang nyaris semua penyakit dijamin asuransi. Sistem pendidikan yang bagus dan gratis. Kriminal yang amat rendah. Transportasi publik yang nyaris sempurna, dll. Semua ini begitu terasa nikmatnya.

Tahun ke 10 dst… wah saat menjenguk ke tanah air sebentar saja malah stress berat. Ampun dengan macetnya dimana2 orang melanggar lalu lintas seenaknya. Panas gersang karena pohon-pohon besar hutan kota berubah jadi onggokan pusat shopping tidak bernilai budaya. Kriminal di ruang publik adalah biasa. Korupsi begitu terasa di seluruh lini kehidupan. Sekolah2 yang berantakan kurikulumnya. Sistem kesehatan dan rumah sakit yang seenaknya aja pada pasien. Begitu banyak orang yang main serobot antrian. Orang-orang begitu amat mata duitan dan gilanya lagi malah lebih materialistik dan individualis dari pada orang-orang Jerman sekalipun dalam urusan uang.

Yang paling membuat amat takjub adalah begitu hebatnya para koruptor itu bisa amat fasih memberi nasehat tentang kebajikan tanpa merasa bersalah di ruang publik. Mereka pun bisa cengar-cengir tebar pesona saat ketangkap korupsi seakan ingin pamer mewartakan ke publik bahwa korupsi itu perbuatan lumrah karena semua orang melakukannya, jadi kenapa mesti malu ketangkap korupsi? Tampaknya batasaan nilai benar salah itu nyaris tidak ada, kecuali di pencitraan saja orang bicara tentang nilai2 kebenaran.

Parah sekali 50 tahun lalu saat Budayawan Mochtar Lubis pernah mengatakan 12 sifat buruk manusia Indonesia ternyata itu masih belum berubah menjadi lebih baik hingga hari ini. Padahal saat itu kala saya mahasiswa 20 tahun lalu, saya amat “marah” tersinggung dengan tulisan budayawan Mochtar Lubis itu. Sekarang saya mulai mengangguk-angguk mengakui kebenarannya. Inilah perkataan Budayawan Mochtar Lubis yang dulu membuat saya amat marah tentang manusia Indonesia:
1. Hipokrit alias Munafik
2. Segan dan Enggan Bertanggung Jawab
3. Berjiwa Feodal
4. Masih Percaya Takhyul:
5. Artistik (ini penilai posistif dari Mochtar Lubis)
6. Watak yang Lemah:
7. Tidak Hemat, Dia Bukan “Economic Animal”
8. Lebih suka tidak bekerja keras, kecuali kalau terpaksa
9. Tukang Menggerutu di belakang
10. Sok
11. Cepat Cemburu dan Dengki
12. Tukang Tiru dan Plagiat
Klo sudah seperti ini siapa yang mau pulang ke tanah air? Tapi justru karena semua itu maka Indonesia itu SURGA DAKWAH yang amat menggiurkan untuk ditelateni. Jadi memang pulang ke tanah air sejatinya itu adalah sebuah “sunah muakkad” untuk tegakkan Amar Maruf Nahi Mungkar. Hanya untuk berhasil, ini semua butuh persiapan matang untuk menyesuaikan kehidupan yang sudah menjadi asing dalam tata nilai hidup kita selama di belasan tahun tidak di tanah air. Ndak usah minder dan kecil hati buat yang ingin pulang jika anda ragu dengan keputusan anda. Anda perlu siapkan semuanya secara matang. Mari kita kontemplasi sebentar, lihat lah:

Seorang hebat seperti Mohammad Hatta saja butuh 13 tahun sehingga dia putuskan balik pulang ke tanah air.

Seorang hebat seperti BJ Habbibie saja butuh 17 tahun sehingga dia putuskan balik ke tanah air.

Apalagi dengan orang-orang biasa saja dibandingkan kedua tokoh diatas? Jika anda ingin pulang maka siapkan secara matang sehingga tidak “hard landing” dan bisa berguna saat berkarya di tanah air. Jadi, akhirnya kembali pada pertanyaan penting: “Bagaimana dengan anda semua yang sudah belasan tahun di luar negeri, akankah anda pulang?” :)

***Pertanyaan yang sama untuk diri sendiri tentu saja :)

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Pak Jokowi-JK, segera setelah pelantikan anda dan peresmian kabinet maka NAIKKAN BBM secepatnya!

30 Agu

bensin-130223b1

Cepat telankan PIL PAHIT kenaikan BBM itu sekarang juga.
Dengan catatan Penting:

1-3 bulan Pertama
Secepatnya, setelah itu segera SUBSIDI harga SEMBAKO untuk kepentingan jangka pendek agar jangan sampai terjadi inflasi besar-besaran. Gelontorkan dana dari alokasi BBM untuk menahan naiknya sembako saat BBM naik. Klo perlu buat harga Sembako TURUN sehingga akan terbangun trust masyarakat. Ini akan memberikan kejutan positif pada masyarakat bahwa meskipun BBM naik, anda bisa membuat sembako turun. Siapa bilang BBM naik sembako pasti juga naik? Jika anda bisa gelontorkan subsidi untuk tahan harga sembako selama 1-3 bulan pertama saja saat harga BBM naik maka trust masyarakat akan anda menangkan.

Tahap 3 bulan sampai selanjutnya…
Setelah masyarakat agak tenang, maka mulailah penuhi janji anda untuk mengalokasi keuntungan dana dari kenaikan BBM tersebut ke bidang Pendidikan dan Kesehatan. Ini adalah kekuatan dana besar plus lagi juga adanya alokasi APBN tahunan.

Program Kartu Sehat, Kartu Pintar, Bidikmisi atau BPJS, Askes, dll…dll… segera diintegrasikan secara benar dan dibuat memberi manfaat efektif ke masyarakat. Masyarakat pun mulai menikmati dampak dari sistem pendidikan dan kesehatan yang lebih baik dalam arti kata terjangkau.

Tahap 6 bulan sampai selanjutnya…
Jika alokasi dana untuk BBM itu menurut JK benar, yaitu 1 trilyun per hari maka jika BBM dinaikan akan masuk dana dari BBM ke kas APBN bisa 365 Trilyun per tahun. Itu dana raksasa.

Jika saja sebuah kota seperti Yogya, Bandung, Medan, Palembang, Makassar, misalkan dianggarkan 10 Trilyun per kota untuk bangun MRT (catatan menurut berita baru saja bahwa Kota Bandung mau buat MRT anggarannya 6 Trilyun), maka dengan dana 10 Trilyun, dalam 1 tahun sudah 36 Kota bisa dibangun MRT-nya. Dalam 5 tahun akan terbangun sistem MRT 158 kota kota di tanah air. Ini bener-2 pembangunan yang dahsyat!

Ini akan membuat orang Indonesia akan naik angkutan umum. Mereka akan tinggalkan mobil pribadi! Konsumsi BBM yang boros untuk mobil pribadi akan segera terhenti. Saat bersama karena MRT bersifat massal maka strata miskin kaya tidak terlihat lagi secara menyolok. Orang akan naik MRT dari berbagai starta sosial. Orang miskin dan kaya punya akses yang sama. Macet pun akan berkurang drastis. Kecelakaan lalu lintas pun akan berkurang drastis.

Jadi Pak Jokowi-JK mumpung kredit kredibilitas anda masih amat tinggi, segera naikkan BBM sekarang juga! :)


Saya yakin rakyat akan dukung anda naikkan BBM jika anda bertindak paling tidak seperti deskripsi diatas.

Tapi jika anda naikkan BBM dengan abai pada penderitaan rakyat maka siap-siap lah kami protes bersama :)

UGM untuk Sang Saka Merah Putih, Garuda Pancasila dan Indonesia

24 Agu

10407049_10152458190389947_1176421606048982484_nDari Universitas Gadjah Mada, oleh Universitas Gadjah Mada untuk Kejayaan Indonesia! – Kujunjung Kebudayaanmu kejayaan Nusantara

Semoga mulai saat ini ruh UGM sebagai kampus rakyat yang pernah hilang 1 dekade karena kerakusan PT. BHMN, kembali pulih. Spirit pekat UGM yang “greedy” antara tahun 2002-2012 harus kita tutup sebagai catatan pahit sejarah UGM. UGM saat ini harus kembali pada ruh sejatinya yaitu harus kembali menjadi kampus rakyat, untuk mencerdaskan rakyat dan berpihak pada rakyat. Kelak rakyat yang telah didik oleh UGM pasti akan membalasnya dengan memajukan dan mengharumkan nama UGM.

Mulai hari ini hentikan budaya hedonis kapitalistik yang sempat merusak tradisi akademis luhur UGM dengan menerima orang-orang yang hanya mampu membayar. Percayalah, mereka memang mampu membayar SPP mahal tapi setalah mereka membayar maka mereka akan menjadi parasit buat UGM. Cuma sekelompok orang yang membebani UGM untuk kepentingan pribadinya tanpa ruh idialisme.

UGM harus melupakan orang-orang yang ingin masuk UGM karena berani membayar mahal. Berpihak lah pada para mereka-mereka yang sudah mengerti pentingnya prestasi. Berpihak lah pada para mereka-mereka yang mampu memaknai beratnya nilai perjuangan tanpa membedakan strata ekonominya. Mereka-mereka inilah yang memiliki jiwa pantang menyerah serta punya keseriusan akademis dalam nafas hidupnya selama menempuh pendidikan di UGM. Mereka mungkin saja tidak bisa membayar sumbangan SPP besar tapi mereka-mereka inilah yang kelak setelah lulus akan mengharumkan nama UGM bahkan akan membantu kebesaran UGM dengan karyanya seumur hidupnya!

Himne Gadjah Mada
Syair & Lagu: Suthasoma, Aransemen: R.B. Sunarno
https://www.youtube.com/watch?v=IqUV9C4tf9A

(Himne Mahasiswa):
Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua
Kuberjanji memenuhi panggilan bangsaku
Di dalam Pancasilamu jiwa seluruh nusaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia

(Himne Alumni):
Bagi kami almamater kuberjanji setia
Kupenuhi dharma bakti tuk Ibu Pertiwi
Di dalam persatuanmu jiwa seluruh bangsaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Nusantara

Keterangan gambar diatas:
Foto dari Komunitas N2 pembentukan formasi Garuda Pancasila oleh 9.100 mahasiswa baru UGM pagi hari ini di Lapangan Grha Sabha Pramana dalam rangka Penutupan PPSMB UGM
 

Deutsche Welle iki NGACOK dan NGAWUR. Ndak mutu betul ini Kantor Berita Jerman memotret Jakarta!

24 Agu

0,,17373241_303,00Ini link yang amat menggangu saya. Giliran gambarkan kota Jakarta yang dipotret sisi kusamnya. Hai, orang Jerman kalian saya berita tahu yah. Indonesia itu lebih proepektif dari pada Cina, India bahkan Jepang!

Kamu lihat hai Orang Jerman dan kalian coba berpikir yang benar. Kalian kan terkenal rasionalis dingin maka gunakan analisa rasionalis anda. Perhatikan ini:

1. Cina itu masa depannya politiknya tidak jelas. Berapa lama Partai Komunis Cina bisa bertahan sebagai satu-satunya Partai Penguasa dengan sistem tertutup sehingga bisa menjaga stabilitas politiknya? Biasakah PKC bertahan 5 atau 10 tahun ke depan? Jika sampai itu PKC runtuh anda bisa jamin Cina akan terus stabil seperti itu? Ada potensi bencana besar di Cina!

Untuk kalian ketahui DW, di kami sudah selesai dengan masalah stabilitas politik. Sistem Demokrasi kami yang ratusan kali pilkada langsung dan sudah 5 kali pemilu ( 1 kali masa BJ Habibie, 2 kali masa Mega, 1 kali masa SBY pertama, 1 kali masa SBY kedua) tidak pernah rusuh. Sistem demokrasi kami mapan semapan anda hai orang Jerman! bahkan lebih baik dari pada negara-negara Eropa seperti Italia yang pilih Gangstar Mafia jadi PM terlama disana.

Jadi, berhentilah kalian memuju berlebihan Cina. Eropa legenda masa lalu. Amerika cerita masa lalu. Cina itu cerita hari ini. Indonesia adalah cerita hari depan.

2. India itu punya masalah ketidakmerataan yang amat sangat besar. Jurang antara miskin dan kaya begitu menganga. Penduduk buta aksaranya besar. Gembel, pengemis, gelandangan merata disana. Mereka terlalu berat untuk tumbuh dengan beban kemiskinan dan pemerataan yang begitu menganga. Mereka harus selesaikan persoalan sosial mereka yang memang secara struktural penduduk miskin mereka tidak akan pernah bangkit karena persoalan warisan strata sosial.

Indonesia memang punya masalah sosial tapi Indonesia jauh lebih cepat belajar dari India. Dalam demokrasi, kualitas kita lebih baik. Dalam persamaan hak-hak hidup, kualitas persamaan hidup kita lebih baik. Dalam hal kesenjangan sosial kualitas kita lebih baik. Dalam masalah gender, kualitas kita lebih baik. Software sosial kita lebih baik dari India. Melewati kekuatan total ekonomi India yang pendudukan lebih banyak 4 kali dari kita itu masalah waktu saja.

3. Jepang memang negara hebat dan maju. Tapi potensi Jepang sudah maksimal. Dia ada di titik stagnan. Kalau anda Jerman punya Uni Eropa yang bisa anda “atur” untuk kepentingan anda, Jepang yang dipunyai para musuh seperti Cina, Korea dan Taiwan. Sekarang Indonesia memang masih pasar Jepang, tapi Indonesia bisa seperti Cina menjadi pesaing Jepang karena kami punya banyak resouces.

Jangan bayangkan Jepang dengan Indonesia seperti Jerman dengan Spanyol dan Italia. Jika Spanyol dan Italia itu resources sama dengan anda Jerman, jadi mana yang paling pinter itu yang menang. Kalau kami dengan Jepang, kami memang masih punya tugas mengembangkan SDM (Sumber Daya Manusia). Tapi jika dalam 10 tahun ke depan kami serius kembangkan SDM maka kami bisa salib Jepang seperti Cina saat ini salib Jepang.

Jadi, kuberi tahu padamu DW yang konon khabarnya kalian orang-orang rasionalis dingin. Gambar anda di link ini amat melecehkan dan mengirim berita sesat pada kami. Koreksi sikap iqnorant anda atau kelak anda akan menyesal!

-Dari Tepian Lembah Sungai Elbe-

PS.
Sekarang saatnya di moment pemerintah baru ini para akademisi dan ekspatriat kita di Jerman harus “melawan” berita-berita tendesius ini. Mereka harus diajarkan untuk tahu dengan siapa mereka berhadapan dan tahu bagaimana harus respek!

http://www.dw.de/10-kota-paling-rawan-bencana-di-dunia/g-17522990

Jakarta

Kenapa kita perlu bersyukur atas janji Kampanye Jokowi-JK adalah Kartu Sehat dan Kartu Pintar?

23 Agu

Kartu-Jakarta-Sehat-Kartu-Jakarta-Pintar

Ini alasannya:
1. Kalau Jokowi-JK berhasil mewujudkan pelaksanaan Kartu Sehat dan Pintar yang baik secara nasional ini berarti mereka berdua berhasil membangun sistem kesehatan dan pendidikan salah satu yang terbaik di dunia!

 

Kita semua tahu jika kartu sehat dan kartu pintar jika bisa diwujudkan berarti backbone sistem kesehatan dan pendidikan kita pasti akan sekelas dengan negera-negara maju yang sosialis seperti German Speaking Countries atau Skandinavia. Ini membutuhkan investasi infrastruk sistem pendukung di bidang Pendidikan dan Kesehatan. Jika sampai mereka berhasil mewujudkan berarti telah terjadi revitalisasi sistem pendidikan dan sistem kesehatan kita secara menyeluruh.

 

Keberhasilan ini berrati bentuk nyata perubahan komitmen pembangunan negara: berorentasi pada pemenuhan kesejahteraan penduduknya. Ini benar2 prestasi besar dalam coretan bangsa ini yang membuat kemakmuran kita merata!

 

2. Janji Kartu Pintar dan Kartu Sehat itu bentuk janji kongrit yang membuat kita bisa memintakan pertanggungjawabkan dengan mudah pada Jokowi-JK harus mewujudkan janji kampanyenya!

 

Penggunaan Bahasa Kartu Sehat dan Kartu pinter adalah bentuk komunikasi politik yang oleh rakyat kecil amat gampang dipahami. Yaitu: rakyat kecil tinggal menilai adakah kartu itu dan bermanfaatkah kartu itu.

 

Jika Jokowi-JK tidak berhasil mewujudkannya maka mereka ndak bisa ngeles seperti kebiasaan para politisi yang janji2 kampanyenya ndaki2 sehingga ndak bisa kita tagih. Jadi kita nagih janji kampanyenya gampang: Mana Kartu Pintar dan Kartu Sehatnya? Jika ndak berhasil diwujudkan maka masyarakat bisa ngamuk.

 

Kita perlu berterima kasih karena janji kampanye Jokowi-JK gampang dipahami, indikator keberhasilannya jelas bisa dirasakan semua rakyat. Sesuatu yang buat para politisi licin biasanya ndak mau janji2 yang kongrit seperti ini.

 

3. Jika Kartu Sehat dan Kartu Pintar berhasil, maka Jokowi-JK itu berarti berhasil merevitalisasi sistem di PNS terutama di dunia kementrian penting di Indonesia yaitu Pendidikan dan Kesahatan.

 

Mungkin buat rakyat kecil itu cuma 2 keping kartu yaitu kartu sehat dan kartu pintar! Tapi buat kalangan terdidik apalagi bidang IT, bidang manajemen proses design dan ngerti kompleksitas dari sistem kesehatan dan sistem pendidikan sebuah negara maka Kartu Sehat dan dibalik keberhasilan 2 kartu sederhana tersebut sebenarnya terjadi reformasi besar2 dalam masalah sistem dan budaya kinerja PNS di kedua bidang tersebut.

 

Kartu Pintar dan Kartu Sehat itu cuma sebuah muara atas sistem yang amat kompleks! Itu tidak akan pernah berhasil terwujud jika Jokowi-JK tidak serius membenahi sistem dan SDM pada kedua departemen vital tersebut yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

 

4. Keberhasilan Kartu Sehat dan Kartu Pintar itu juga ditentukan secara vital dalam hal mereformasi penggunaan anggaran publik secara efektif.

 

Kedua kartu tersebut akan berhasil jika didukung oleh anggaran besar dan sistem anggaran yang efektif. Apabila sistem anggarannya bocor maka sudah pasti kedua kartu itu akan gagal. Jadi, jika berhasil maka Jokowi-JK pasti akan melakukan 2 hal ini menurut saya:
(1) Dia akan memperbaiki sistem penerimaan pajak karena biaya subsidi dari 2 kartu ini amat besar. Jadi jika perpajakannya banyak yang seperti Gayus Tambunan atau mantan Dirjen Pajaknya masuk penjara maka Jokowi-JK pasti tidak punya anggaran. Gagallah program kedua kartu tersebut.
(2) Jokowi-JK akan membuat sistem distribusi anggaran yang efektif. Dikarenakan berapa pun besarnya dana yang dimiliki oleh APBN untuk subsidi tersebut jika bocor dalam implementasinya maka juga gagal program kedua kartu itu.

 


Kesimpulannya: buat masyarakat berterima kasihlah Jokowi-JK janjikan Kartu Sehat dan Kartu Pintar. Itu janji kongrit yang kita bisa tagih. Klo gagal, masyarkat bisa langsung menghukumnya sebagai janji palsu.

 

Jika berhasil maka berarti Jokowi-JK dalam 1 kali mengkayuh maka 4 pulau terlampaui yaitu
1) Membangun sistem ekonomi yang nasionalis pada kepentingan rakyat banyak
2) Politik Keteladanan dimana janji kampanyenya bersifat kongrit
3) Merevitalisasi kinerja PNS serta sistem manajemen di 2 bidang penting: Pendidikan dan Kesehatan
4) Mereformasi politik dan sistem Anggaran sehingga tidak bocor dan sistemnya efektif.

 

Nah, tugas kita semua mengawalnya agar janji Kartu Sehat dan Kartu Pintar bukan janji angin sorga belaka. Bersiap-siap lah kita kritis untuk mengawalnya.

 

- Dari Tepian Lembah Sungai Elbe-

 

Pendidikan dan Spirit Keimanan antara München dan Hamburg

20 Agu

333852_2342502132817_116940375_oPendidikan dan Spirit Keimanan antara München dan Hamburg

Ini terjadi 3 tahun yang lalu, di München kota kaya raya amat makmur sentosa di seluruh Daratan Eropa. Di suatu sudut disana, di ujung timur daerah makmur Kota München, di Trudering. Sebuah sekolah Grundschule (SD) yang bernama Lehrer-Götz-Weg yang telah berumur lebih dari 200 tahun, disana lah putri sulungku Zahra memulai hari pertamanya ke sekolah. Hari pertama awal dari hidupnya untuk menata masa depannya.

Grundschule Lehrer-Götz-Weg adalah salah satu SD terbaik di seluruh seantero kota München yang menjadi kebanggaan masyarakatnya karena juga hasil jerih payah gotong royong mereka untuk membesarkan SD tersebut.

München adalah salah satu kota termakmur dengan masyarakatnya relijius Khatolik. Awal sekolah buat seluruh anak didik harus diawali pembukaannya di Gereja Katholik. Saya seorang muslim yang dibesarkan dalam tradisi relijius Islam, tidak menolak undangan suka rela untuk bersama putri saya sekeluarga ke gereja untuk mengikuti hikmat pembukaan hari pertama sekolah. Tentu saja kami sekeluarga tidak ikut dalam ritual kebaktian agama khatolik. Kami hanya mengikuti tradisi ritual acara penerimaan murid barunya.

Ada pengalaman yang begitu membekas di hati saya: tradisi mereka memulai untuk mengajarkan peradaban dan pendidikan pada anak-anaknya begitu melekat dengan nilai-nilai spirit keimanan terhadap Tuhannya. Ini begitu amat menginspirasi saya. Mereka mempercayai pendidikan dan keimanan pada Tuhan sebagai satu tarikan nafas yang saling melengkapi sehingga utuh membentuk jati diri sang anak.

Saat kami, para orang tua dan anak-anaknya, bersama menyanyikan lagu “Weißt du, wieviel Sternlein stehen” (Tahukah kamu berapa banyak bintang kecil di langit), sebagai awal pertama kali memulai sekolah, hati saya begitu bergetar. Syair dari lagu ini membuat saya berkontemplasi akan begitu luasnya ilmu pengetahuan dalam kekuasaan rahasia Tuhan yang harus dipelajari. Sebuah syair yang penuh dengan spirit relijius yang ingin ditanamkan pada anak-anak kita saat mengenyam pendidikan.

Weißt du, wieviel Sternlein stehen

Weißt du wieviel Sternlein stehen – Tahukah kamu berapa banyaknya bintang kecil di langit
An dem blauen Himmelszelt – Yang berada di cakrawala biru
Weißt du wieviel Wolken gehen – Tahukah kamu berapa banyak awan yang berarak
Weithin über alle Welt – Diatas luasnya dunia
Gott der Herr hat sie gezählet – Tuhan lah, Sang Penguasa yang telah mencatatnya
Dass ihm auch nicht eines fehlet – Tidak ada satu pun yang terlewatkan
An der ganzen großen Zahl – Pada jumlah yang tak terhingga
An der ganzen großen Zahl

Weißt du wieviel Mücklein spielen – Tahukah kamu berapa banyak serangga berterbangan
In der heißen Sonnenglut – Di terik panasnya matahari
Wieviel Fischlein auch sich kühlen – Tahukah kamu berapa banyak ikan (berenang) tenang
In der hellen Wasserflut – Dalam jernihnya air mengalir
Gott, der Herr, rief sie mit Namen – Tuhan lah, Sang Penguasa yang telah memanggil dengan namanya
Dass sie all’ ins Leben kamen – Bahwa mereka semua dalam hidupnya
Dass sie nun so fröhlich sind – Bahwa mereka sekarang berbahagia
Dass sie nun so fröhlich sind

Weißt du, wieviel Kinder frühe – Tahukan kamu, berapa banyak anak terlahir
Stehn aus ihrem Bettlein auf – Berdiri pada tempat tidur kecilnya
Dass sie ohne Sorg und Mühe – Yang mereka tanpa takut dan tanpa beban
Fröhlich sind im Tageslauf – Keceriaan pada hari-hari yang dilewati
Gott im Himmel hat an allen – Tuhan yang di sorga yang melingkupi semuanya
Seine Lust, Sein Wohlgefallen – Dengan kasih-Nya dan dengan rahmat-Nya
Kennt auch dich und hat dich lieb – Yang mengetahui dirimu dan yang menyayangimu
Kennt auch dich und hat dich lieb…

Sekarang, tepat minggu depan putri bungsuku Naura akan memulai masuk Vorschule (Pra-Sekolah) di Grundschule Scheeßeler Kehre, daerah pertanian di perbatasan pedalaman ujung kota Hamburg. SD ini termasuk salah satu SD yang baik di Hamburg.

Hamburg adalah sebuah kota kaya yang menjadi pesaing terberat München dalam hal kemakmuran dan sebagai salah satu kota termakmur di Eropa. Tetapi Hamburg memiliki karakter yang amat bertolak belakang terhadap München. Hamburg adalah kota dengan tradisi bebas. Masyarakatnya amat metropolis, internasionalis, multikultur dan banyak sekali para pendatang warga asing. Masyarakat disini dikenal tidak terlalu relijius bahkan liberalis dalam berperilaku.

Tetapi Hamburg terkenal sebagai kota sosialis sebagai konsep ekonominya. Pemerintah kotanya menginvestasi pendidikan per kepala buat siswanya adalah yang terbanyak dibandingkan wilyah manapun di seluruh Jerman. Fasilitas phisik sekolah-sekolah di Hamburg relatif lebih bagus dari fasilitas sekolah dimana pun di seluruh negara bagian Jerman, bahkan saya rasa sedikit lebih bagus dari pada München dalam hal fasilitas phisik ini. Sementara proses belajar mengajarnya pun amat baik, sebaik München dan relatif lebih baik dari wilayah lainnya di Jerman.

Hamburg menerapkan proses belajar mengajar Ganztagsschule (sekolah dari jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore) buat murid-murid SD-nya agar kualitasnya bagus. Hebatnya lagi program yang begitu bagus nyaris berbiaya gratis kecuali orang tua dibebani biaya makan siang anak cuma 1 Euro per hari (catatan: harga menu McDonald untuk anak sekitar 3 Euro). Hamburg tercatat kota yang paling royal se Jerman yang menginvestasikan dananya untuk pendidikan. Mereka mensubsidi habis-habisan proses belajar Ganztagsschule yang biaya operasionalnya begitu mahal.

Uniknya ternyata kualitas Pendidikan Hamburg tidak terlalu baik, kalah jauh dari München. Penyebabnya: kehadiran pendatang asing yang kebanyakan tidak bisa berbahasa Jerman adalah kendala terbesar yang membuat Hamburg kesulitan untuk membuat pendidikannya melesat hebat meskipun anggarannya begitu berlimpah.

Minggu depan putri bungsu saya akan memulai Vorschule. Itu adalah program pra sekolah selama 1 tahun dimana menjadi masa persiapan anak-anak sebelum masuk SD. Pemerintah Hamburg menerapkan program Vorschule untuk menyiapkan anak-anak agar memiliki kompetensi yang cukup khususnya bahasa Jerman. Program ini tampaknya adalah program unik pemerintah Hamburg untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

Saya senang putri saya bisa sekolah di salah satu SD yang dianggap baik di Hamburg. Hanya ada satu yang was-was disini. Saya rindu dengan suasana relijius saat pertama kali putri sulung saya masuk sekolah di München 3 tahun yang lalu. Saya seperti khawatir nanti di Hamburg, di hari pertama putri saya sekolah, dia hanya disambut dengan acara seremonial “rasionalis” belaka. Mungkin penuh dengan keceriaan tapi tidak ada spirit relijius disana.

Pemerintah Hamburg memang pemerintah kaya raya yang bisa menyediakan fasilitas luar biasa untuk ambisi pendidikannya. Hanya dalam hal mengisi spirit relijius, saya khawatir pemerintah Hamburg akan absen disini.

Ah saya ingin menyanyikan kembali lagu yang 3 tahun lalu pernah saya nyanyikan…
Weißt du wieviel Sternlein stehen
An dem blauen Himmelszelt
Weißt du wieviel Wolken gehen
Weithin über alle Welt
Gott der Herr hat sie gezählet
Dass ihm auch nicht eines fehlet
An der ganzen großen Zahl
An der ganzen großen Zahl

- Dari Tepian Lembah Sungai Elbe -

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 194 pengikut lainnya.