Pak Jokowi-JK, segera setelah pelantikan anda dan peresmian kabinet maka NAIKKAN BBM secepatnya!

30 Agu

bensin-130223b1

Cepat telankan PIL PAHIT kenaikan BBM itu sekarang juga.
Dengan catatan Penting:

1-3 bulan Pertama
Secepatnya, setelah itu segera SUBSIDI harga SEMBAKO untuk kepentingan jangka pendek agar jangan sampai terjadi inflasi besar-besaran. Gelontorkan dana dari alokasi BBM untuk menahan naiknya sembako saat BBM naik. Klo perlu buat harga Sembako TURUN sehingga akan terbangun trust masyarakat. Ini akan memberikan kejutan positif pada masyarakat bahwa meskipun BBM naik, anda bisa membuat sembako turun. Siapa bilang BBM naik sembako pasti juga naik? Jika anda bisa gelontorkan subsidi untuk tahan harga sembako selama 1-3 bulan pertama saja saat harga BBM naik maka trust masyarakat akan anda menangkan.

Tahap 3 bulan sampai selanjutnya…
Setelah masyarakat agak tenang, maka mulailah penuhi janji anda untuk mengalokasi keuntungan dana dari kenaikan BBM tersebut ke bidang Pendidikan dan Kesehatan. Ini adalah kekuatan dana besar plus lagi juga adanya alokasi APBN tahunan.

Program Kartu Sehat, Kartu Pintar, Bidikmisi atau BPJS, Askes, dll…dll… segera diintegrasikan secara benar dan dibuat memberi manfaat efektif ke masyarakat. Masyarakat pun mulai menikmati dampak dari sistem pendidikan dan kesehatan yang lebih baik dalam arti kata terjangkau.

Tahap 6 bulan sampai selanjutnya…
Jika alokasi dana untuk BBM itu menurut JK benar, yaitu 1 trilyun per hari maka jika BBM dinaikan akan masuk dana dari BBM ke kas APBN bisa 365 Trilyun per tahun. Itu dana raksasa.

Jika saja sebuah kota seperti Yogya, Bandung, Medan, Palembang, Makassar, misalkan dianggarkan 10 Trilyun per kota untuk bangun MRT (catatan menurut berita baru saja bahwa Kota Bandung mau buat MRT anggarannya 6 Trilyun), maka dengan dana 10 Trilyun, dalam 1 tahun sudah 36 Kota bisa dibangun MRT-nya. Dalam 5 tahun akan terbangun sistem MRT 158 kota kota di tanah air. Ini bener-2 pembangunan yang dahsyat!

Ini akan membuat orang Indonesia akan naik angkutan umum. Mereka akan tinggalkan mobil pribadi! Konsumsi BBM yang boros untuk mobil pribadi akan segera terhenti. Saat bersama karena MRT bersifat massal maka strata miskin kaya tidak terlihat lagi secara menyolok. Orang akan naik MRT dari berbagai starta sosial. Orang miskin dan kaya punya akses yang sama. Macet pun akan berkurang drastis. Kecelakaan lalu lintas pun akan berkurang drastis.

Jadi Pak Jokowi-JK mumpung kredit kredibilitas anda masih amat tinggi, segera naikkan BBM sekarang juga! :)


Saya yakin rakyat akan dukung anda naikkan BBM jika anda bertindak paling tidak seperti deskripsi diatas.

Tapi jika anda naikkan BBM dengan abai pada penderitaan rakyat maka siap-siap lah kami protes bersama :)

UGM untuk Sang Saka Merah Putih, Garuda Pancasila dan Indonesia

24 Agu

10407049_10152458190389947_1176421606048982484_nDari Universitas Gadjah Mada, oleh Universitas Gadjah Mada untuk Kejayaan Indonesia! – Kujunjung Kebudayaanmu kejayaan Nusantara

Semoga mulai saat ini ruh UGM sebagai kampus rakyat yang pernah hilang 1 dekade karena kerakusan PT. BHMN, kembali pulih. Spirit pekat UGM yang “greedy” antara tahun 2002-2012 harus kita tutup sebagai catatan pahit sejarah UGM. UGM saat ini harus kembali pada ruh sejatinya yaitu harus kembali menjadi kampus rakyat, untuk mencerdaskan rakyat dan berpihak pada rakyat. Kelak rakyat yang telah didik oleh UGM pasti akan membalasnya dengan memajukan dan mengharumkan nama UGM.

Mulai hari ini hentikan budaya hedonis kapitalistik yang sempat merusak tradisi akademis luhur UGM dengan menerima orang-orang yang hanya mampu membayar. Percayalah, mereka memang mampu membayar SPP mahal tapi setalah mereka membayar maka mereka akan menjadi parasit buat UGM. Cuma sekelompok orang yang membebani UGM untuk kepentingan pribadinya tanpa ruh idialisme.

UGM harus melupakan orang-orang yang ingin masuk UGM karena berani membayar mahal. Berpihak lah pada para mereka-mereka yang sudah mengerti pentingnya prestasi. Berpihak lah pada para mereka-mereka yang mampu memaknai beratnya nilai perjuangan tanpa membedakan strata ekonominya. Mereka-mereka inilah yang memiliki jiwa pantang menyerah serta punya keseriusan akademis dalam nafas hidupnya selama menempuh pendidikan di UGM. Mereka mungkin saja tidak bisa membayar sumbangan SPP besar tapi mereka-mereka inilah yang kelak setelah lulus akan mengharumkan nama UGM bahkan akan membantu kebesaran UGM dengan karyanya seumur hidupnya!

Himne Gadjah Mada
Syair & Lagu: Suthasoma, Aransemen: R.B. Sunarno
https://www.youtube.com/watch?v=IqUV9C4tf9A

(Himne Mahasiswa):
Bakti kami mahasiswa Gadjah Mada semua
Kuberjanji memenuhi panggilan bangsaku
Di dalam Pancasilamu jiwa seluruh nusaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Indonesia

(Himne Alumni):
Bagi kami almamater kuberjanji setia
Kupenuhi dharma bakti tuk Ibu Pertiwi
Di dalam persatuanmu jiwa seluruh bangsaku
Kujunjung kebudayaanmu kejayaan Nusantara

Keterangan gambar diatas:
Foto dari Komunitas N2 pembentukan formasi Garuda Pancasila oleh 9.100 mahasiswa baru UGM pagi hari ini di Lapangan Grha Sabha Pramana dalam rangka Penutupan PPSMB UGM
 

Deutsche Welle iki NGACOK dan NGAWUR. Ndak mutu betul ini Kantor Berita Jerman memotret Jakarta!

24 Agu

0,,17373241_303,00Ini link yang amat menggangu saya. Giliran gambarkan kota Jakarta yang dipotret sisi kusamnya. Hai, orang Jerman kalian saya berita tahu yah. Indonesia itu lebih proepektif dari pada Cina, India bahkan Jepang!

Kamu lihat hai Orang Jerman dan kalian coba berpikir yang benar. Kalian kan terkenal rasionalis dingin maka gunakan analisa rasionalis anda. Perhatikan ini:

1. Cina itu masa depannya politiknya tidak jelas. Berapa lama Partai Komunis Cina bisa bertahan sebagai satu-satunya Partai Penguasa dengan sistem tertutup sehingga bisa menjaga stabilitas politiknya? Biasakah PKC bertahan 5 atau 10 tahun ke depan? Jika sampai itu PKC runtuh anda bisa jamin Cina akan terus stabil seperti itu? Ada potensi bencana besar di Cina!

Untuk kalian ketahui DW, di kami sudah selesai dengan masalah stabilitas politik. Sistem Demokrasi kami yang ratusan kali pilkada langsung dan sudah 5 kali pemilu ( 1 kali masa BJ Habibie, 2 kali masa Mega, 1 kali masa SBY pertama, 1 kali masa SBY kedua) tidak pernah rusuh. Sistem demokrasi kami mapan semapan anda hai orang Jerman! bahkan lebih baik dari pada negara-negara Eropa seperti Italia yang pilih Gangstar Mafia jadi PM terlama disana.

Jadi, berhentilah kalian memuju berlebihan Cina. Eropa legenda masa lalu. Amerika cerita masa lalu. Cina itu cerita hari ini. Indonesia adalah cerita hari depan.

2. India itu punya masalah ketidakmerataan yang amat sangat besar. Jurang antara miskin dan kaya begitu menganga. Penduduk buta aksaranya besar. Gembel, pengemis, gelandangan merata disana. Mereka terlalu berat untuk tumbuh dengan beban kemiskinan dan pemerataan yang begitu menganga. Mereka harus selesaikan persoalan sosial mereka yang memang secara struktural penduduk miskin mereka tidak akan pernah bangkit karena persoalan warisan strata sosial.

Indonesia memang punya masalah sosial tapi Indonesia jauh lebih cepat belajar dari India. Dalam demokrasi, kualitas kita lebih baik. Dalam persamaan hak-hak hidup, kualitas persamaan hidup kita lebih baik. Dalam hal kesenjangan sosial kualitas kita lebih baik. Dalam masalah gender, kualitas kita lebih baik. Software sosial kita lebih baik dari India. Melewati kekuatan total ekonomi India yang pendudukan lebih banyak 4 kali dari kita itu masalah waktu saja.

3. Jepang memang negara hebat dan maju. Tapi potensi Jepang sudah maksimal. Dia ada di titik stagnan. Kalau anda Jerman punya Uni Eropa yang bisa anda “atur” untuk kepentingan anda, Jepang yang dipunyai para musuh seperti Cina, Korea dan Taiwan. Sekarang Indonesia memang masih pasar Jepang, tapi Indonesia bisa seperti Cina menjadi pesaing Jepang karena kami punya banyak resouces.

Jangan bayangkan Jepang dengan Indonesia seperti Jerman dengan Spanyol dan Italia. Jika Spanyol dan Italia itu resources sama dengan anda Jerman, jadi mana yang paling pinter itu yang menang. Kalau kami dengan Jepang, kami memang masih punya tugas mengembangkan SDM (Sumber Daya Manusia). Tapi jika dalam 10 tahun ke depan kami serius kembangkan SDM maka kami bisa salib Jepang seperti Cina saat ini salib Jepang.

Jadi, kuberi tahu padamu DW yang konon khabarnya kalian orang-orang rasionalis dingin. Gambar anda di link ini amat melecehkan dan mengirim berita sesat pada kami. Koreksi sikap iqnorant anda atau kelak anda akan menyesal!

-Dari Tepian Lembah Sungai Elbe-

PS.
Sekarang saatnya di moment pemerintah baru ini para akademisi dan ekspatriat kita di Jerman harus “melawan” berita-berita tendesius ini. Mereka harus diajarkan untuk tahu dengan siapa mereka berhadapan dan tahu bagaimana harus respek!

http://www.dw.de/10-kota-paling-rawan-bencana-di-dunia/g-17522990

Jakarta

Kenapa kita perlu bersyukur atas janji Kampanye Jokowi-JK adalah Kartu Sehat dan Kartu Pintar?

23 Agu

Kartu-Jakarta-Sehat-Kartu-Jakarta-Pintar

Ini alasannya:
1. Kalau Jokowi-JK berhasil mewujudkan pelaksanaan Kartu Sehat dan Pintar yang baik secara nasional ini berarti mereka berdua berhasil membangun sistem kesehatan dan pendidikan salah satu yang terbaik di dunia!

 

Kita semua tahu jika kartu sehat dan kartu pintar jika bisa diwujudkan berarti backbone sistem kesehatan dan pendidikan kita pasti akan sekelas dengan negera-negara maju yang sosialis seperti German Speaking Countries atau Skandinavia. Ini membutuhkan investasi infrastruk sistem pendukung di bidang Pendidikan dan Kesehatan. Jika sampai mereka berhasil mewujudkan berarti telah terjadi revitalisasi sistem pendidikan dan sistem kesehatan kita secara menyeluruh.

 

Keberhasilan ini berrati bentuk nyata perubahan komitmen pembangunan negara: berorentasi pada pemenuhan kesejahteraan penduduknya. Ini benar2 prestasi besar dalam coretan bangsa ini yang membuat kemakmuran kita merata!

 

2. Janji Kartu Pintar dan Kartu Sehat itu bentuk janji kongrit yang membuat kita bisa memintakan pertanggungjawabkan dengan mudah pada Jokowi-JK harus mewujudkan janji kampanyenya!

 

Penggunaan Bahasa Kartu Sehat dan Kartu pinter adalah bentuk komunikasi politik yang oleh rakyat kecil amat gampang dipahami. Yaitu: rakyat kecil tinggal menilai adakah kartu itu dan bermanfaatkah kartu itu.

 

Jika Jokowi-JK tidak berhasil mewujudkannya maka mereka ndak bisa ngeles seperti kebiasaan para politisi yang janji2 kampanyenya ndaki2 sehingga ndak bisa kita tagih. Jadi kita nagih janji kampanyenya gampang: Mana Kartu Pintar dan Kartu Sehatnya? Jika ndak berhasil diwujudkan maka masyarakat bisa ngamuk.

 

Kita perlu berterima kasih karena janji kampanye Jokowi-JK gampang dipahami, indikator keberhasilannya jelas bisa dirasakan semua rakyat. Sesuatu yang buat para politisi licin biasanya ndak mau janji2 yang kongrit seperti ini.

 

3. Jika Kartu Sehat dan Kartu Pintar berhasil, maka Jokowi-JK itu berarti berhasil merevitalisasi sistem di PNS terutama di dunia kementrian penting di Indonesia yaitu Pendidikan dan Kesahatan.

 

Mungkin buat rakyat kecil itu cuma 2 keping kartu yaitu kartu sehat dan kartu pintar! Tapi buat kalangan terdidik apalagi bidang IT, bidang manajemen proses design dan ngerti kompleksitas dari sistem kesehatan dan sistem pendidikan sebuah negara maka Kartu Sehat dan dibalik keberhasilan 2 kartu sederhana tersebut sebenarnya terjadi reformasi besar2 dalam masalah sistem dan budaya kinerja PNS di kedua bidang tersebut.

 

Kartu Pintar dan Kartu Sehat itu cuma sebuah muara atas sistem yang amat kompleks! Itu tidak akan pernah berhasil terwujud jika Jokowi-JK tidak serius membenahi sistem dan SDM pada kedua departemen vital tersebut yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.

 

4. Keberhasilan Kartu Sehat dan Kartu Pintar itu juga ditentukan secara vital dalam hal mereformasi penggunaan anggaran publik secara efektif.

 

Kedua kartu tersebut akan berhasil jika didukung oleh anggaran besar dan sistem anggaran yang efektif. Apabila sistem anggarannya bocor maka sudah pasti kedua kartu itu akan gagal. Jadi, jika berhasil maka Jokowi-JK pasti akan melakukan 2 hal ini menurut saya:
(1) Dia akan memperbaiki sistem penerimaan pajak karena biaya subsidi dari 2 kartu ini amat besar. Jadi jika perpajakannya banyak yang seperti Gayus Tambunan atau mantan Dirjen Pajaknya masuk penjara maka Jokowi-JK pasti tidak punya anggaran. Gagallah program kedua kartu tersebut.
(2) Jokowi-JK akan membuat sistem distribusi anggaran yang efektif. Dikarenakan berapa pun besarnya dana yang dimiliki oleh APBN untuk subsidi tersebut jika bocor dalam implementasinya maka juga gagal program kedua kartu itu.

 


Kesimpulannya: buat masyarakat berterima kasihlah Jokowi-JK janjikan Kartu Sehat dan Kartu Pintar. Itu janji kongrit yang kita bisa tagih. Klo gagal, masyarkat bisa langsung menghukumnya sebagai janji palsu.

 

Jika berhasil maka berarti Jokowi-JK dalam 1 kali mengkayuh maka 4 pulau terlampaui yaitu
1) Membangun sistem ekonomi yang nasionalis pada kepentingan rakyat banyak
2) Politik Keteladanan dimana janji kampanyenya bersifat kongrit
3) Merevitalisasi kinerja PNS serta sistem manajemen di 2 bidang penting: Pendidikan dan Kesehatan
4) Mereformasi politik dan sistem Anggaran sehingga tidak bocor dan sistemnya efektif.

 

Nah, tugas kita semua mengawalnya agar janji Kartu Sehat dan Kartu Pintar bukan janji angin sorga belaka. Bersiap-siap lah kita kritis untuk mengawalnya.

 

- Dari Tepian Lembah Sungai Elbe-

 

Pendidikan dan Spirit Keimanan antara München dan Hamburg

20 Agu

333852_2342502132817_116940375_oPendidikan dan Spirit Keimanan antara München dan Hamburg

Ini terjadi 3 tahun yang lalu, di München kota kaya raya amat makmur sentosa di seluruh Daratan Eropa. Di suatu sudut disana, di ujung timur daerah makmur Kota München, di Trudering. Sebuah sekolah Grundschule (SD) yang bernama Lehrer-Götz-Weg yang telah berumur lebih dari 200 tahun, disana lah putri sulungku Zahra memulai hari pertamanya ke sekolah. Hari pertama awal dari hidupnya untuk menata masa depannya.

Grundschule Lehrer-Götz-Weg adalah salah satu SD terbaik di seluruh seantero kota München yang menjadi kebanggaan masyarakatnya karena juga hasil jerih payah gotong royong mereka untuk membesarkan SD tersebut.

München adalah salah satu kota termakmur dengan masyarakatnya relijius Khatolik. Awal sekolah buat seluruh anak didik harus diawali pembukaannya di Gereja Katholik. Saya seorang muslim yang dibesarkan dalam tradisi relijius Islam, tidak menolak undangan suka rela untuk bersama putri saya sekeluarga ke gereja untuk mengikuti hikmat pembukaan hari pertama sekolah. Tentu saja kami sekeluarga tidak ikut dalam ritual kebaktian agama khatolik. Kami hanya mengikuti tradisi ritual acara penerimaan murid barunya.

Ada pengalaman yang begitu membekas di hati saya: tradisi mereka memulai untuk mengajarkan peradaban dan pendidikan pada anak-anaknya begitu melekat dengan nilai-nilai spirit keimanan terhadap Tuhannya. Ini begitu amat menginspirasi saya. Mereka mempercayai pendidikan dan keimanan pada Tuhan sebagai satu tarikan nafas yang saling melengkapi sehingga utuh membentuk jati diri sang anak.

Saat kami, para orang tua dan anak-anaknya, bersama menyanyikan lagu “Weißt du, wieviel Sternlein stehen” (Tahukah kamu berapa banyak bintang kecil di langit), sebagai awal pertama kali memulai sekolah, hati saya begitu bergetar. Syair dari lagu ini membuat saya berkontemplasi akan begitu luasnya ilmu pengetahuan dalam kekuasaan rahasia Tuhan yang harus dipelajari. Sebuah syair yang penuh dengan spirit relijius yang ingin ditanamkan pada anak-anak kita saat mengenyam pendidikan.

Weißt du, wieviel Sternlein stehen

Weißt du wieviel Sternlein stehen – Tahukah kamu berapa banyaknya bintang kecil di langit
An dem blauen Himmelszelt – Yang berada di cakrawala biru
Weißt du wieviel Wolken gehen – Tahukah kamu berapa banyak awan yang berarak
Weithin über alle Welt – Diatas luasnya dunia
Gott der Herr hat sie gezählet – Tuhan lah, Sang Penguasa yang telah mencatatnya
Dass ihm auch nicht eines fehlet – Tidak ada satu pun yang terlewatkan
An der ganzen großen Zahl – Pada jumlah yang tak terhingga
An der ganzen großen Zahl

Weißt du wieviel Mücklein spielen – Tahukah kamu berapa banyak serangga berterbangan
In der heißen Sonnenglut – Di terik panasnya matahari
Wieviel Fischlein auch sich kühlen – Tahukah kamu berapa banyak ikan (berenang) tenang
In der hellen Wasserflut – Dalam jernihnya air mengalir
Gott, der Herr, rief sie mit Namen – Tuhan lah, Sang Penguasa yang telah memanggil dengan namanya
Dass sie all’ ins Leben kamen – Bahwa mereka semua dalam hidupnya
Dass sie nun so fröhlich sind – Bahwa mereka sekarang berbahagia
Dass sie nun so fröhlich sind

Weißt du, wieviel Kinder frühe – Tahukan kamu, berapa banyak anak terlahir
Stehn aus ihrem Bettlein auf – Berdiri pada tempat tidur kecilnya
Dass sie ohne Sorg und Mühe – Yang mereka tanpa takut dan tanpa beban
Fröhlich sind im Tageslauf – Keceriaan pada hari-hari yang dilewati
Gott im Himmel hat an allen – Tuhan yang di sorga yang melingkupi semuanya
Seine Lust, Sein Wohlgefallen – Dengan kasih-Nya dan dengan rahmat-Nya
Kennt auch dich und hat dich lieb – Yang mengetahui dirimu dan yang menyayangimu
Kennt auch dich und hat dich lieb…

Sekarang, tepat minggu depan putri bungsuku Naura akan memulai masuk Vorschule (Pra-Sekolah) di Grundschule Scheeßeler Kehre, daerah pertanian di perbatasan pedalaman ujung kota Hamburg. SD ini termasuk salah satu SD yang baik di Hamburg.

Hamburg adalah sebuah kota kaya yang menjadi pesaing terberat München dalam hal kemakmuran dan sebagai salah satu kota termakmur di Eropa. Tetapi Hamburg memiliki karakter yang amat bertolak belakang terhadap München. Hamburg adalah kota dengan tradisi bebas. Masyarakatnya amat metropolis, internasionalis, multikultur dan banyak sekali para pendatang warga asing. Masyarakat disini dikenal tidak terlalu relijius bahkan liberalis dalam berperilaku.

Tetapi Hamburg terkenal sebagai kota sosialis sebagai konsep ekonominya. Pemerintah kotanya menginvestasi pendidikan per kepala buat siswanya adalah yang terbanyak dibandingkan wilyah manapun di seluruh Jerman. Fasilitas phisik sekolah-sekolah di Hamburg relatif lebih bagus dari fasilitas sekolah dimana pun di seluruh negara bagian Jerman, bahkan saya rasa sedikit lebih bagus dari pada München dalam hal fasilitas phisik ini. Sementara proses belajar mengajarnya pun amat baik, sebaik München dan relatif lebih baik dari wilayah lainnya di Jerman.

Hamburg menerapkan proses belajar mengajar Ganztagsschule (sekolah dari jam 8 pagi sampai dengan jam 4 sore) buat murid-murid SD-nya agar kualitasnya bagus. Hebatnya lagi program yang begitu bagus nyaris berbiaya gratis kecuali orang tua dibebani biaya makan siang anak cuma 1 Euro per hari (catatan: harga menu McDonald untuk anak sekitar 3 Euro). Hamburg tercatat kota yang paling royal se Jerman yang menginvestasikan dananya untuk pendidikan. Mereka mensubsidi habis-habisan proses belajar Ganztagsschule yang biaya operasionalnya begitu mahal.

Uniknya ternyata kualitas Pendidikan Hamburg tidak terlalu baik, kalah jauh dari München. Penyebabnya: kehadiran pendatang asing yang kebanyakan tidak bisa berbahasa Jerman adalah kendala terbesar yang membuat Hamburg kesulitan untuk membuat pendidikannya melesat hebat meskipun anggarannya begitu berlimpah.

Minggu depan putri bungsu saya akan memulai Vorschule. Itu adalah program pra sekolah selama 1 tahun dimana menjadi masa persiapan anak-anak sebelum masuk SD. Pemerintah Hamburg menerapkan program Vorschule untuk menyiapkan anak-anak agar memiliki kompetensi yang cukup khususnya bahasa Jerman. Program ini tampaknya adalah program unik pemerintah Hamburg untuk meningkatkan kualitas pendidikannya.

Saya senang putri saya bisa sekolah di salah satu SD yang dianggap baik di Hamburg. Hanya ada satu yang was-was disini. Saya rindu dengan suasana relijius saat pertama kali putri sulung saya masuk sekolah di München 3 tahun yang lalu. Saya seperti khawatir nanti di Hamburg, di hari pertama putri saya sekolah, dia hanya disambut dengan acara seremonial “rasionalis” belaka. Mungkin penuh dengan keceriaan tapi tidak ada spirit relijius disana.

Pemerintah Hamburg memang pemerintah kaya raya yang bisa menyediakan fasilitas luar biasa untuk ambisi pendidikannya. Hanya dalam hal mengisi spirit relijius, saya khawatir pemerintah Hamburg akan absen disini.

Ah saya ingin menyanyikan kembali lagu yang 3 tahun lalu pernah saya nyanyikan…
Weißt du wieviel Sternlein stehen
An dem blauen Himmelszelt
Weißt du wieviel Wolken gehen
Weithin über alle Welt
Gott der Herr hat sie gezählet
Dass ihm auch nicht eines fehlet
An der ganzen großen Zahl
An der ganzen großen Zahl

- Dari Tepian Lembah Sungai Elbe -

Dangdut!

6 Agu

Ida Laila

Aku penggemar Dangdut. Aku suka sekali dengan lagu-lagu Tante Ida Laila sejak kecil. Suara Tante Rita Sugiarto juga kugemari. Kalau Tante Elvie Sukaesih sebenarnya aku tidak terlalu suka. Suaranya terlalu pas-pasan menurutku. Meskipun aku masih kanak2 tapi seleraku terhadap suara sang biduan dangdut tetap bisa selektif. Hal ini karena aku belajar dari Papaku yang merupakan penggemar dangdut sejati —like father, like son!

Kesukaanku pada Tante Elvie Sukaesih dulu lebih pada mengikuti trend selera masyarakat yang begitu memuja Elvie. Padahal suaranya kalah jauh dengan cengkokan suara emas Tante Rita Sugiarto. Apalagi Tante Ida Laila suaranya begitu indah, merdu dan mendayu sensitif sejuta cita rasa.

Syair-syair dangdut adalah unik yang bercita rasa tinggi yang jarang dimiliki oleh mahzab musik lain: begitu sangat orisinil! Syair dangdut itu merupakan cita rasa jujur ekspresi wajar dari masyarakat dimana aku hidup. Aku memang masih kanak-kanak tapi aku amat bersetuju dengan Papaku penggemar dangdut tulen bahwa musik dangdut adalah musik orisinil masyarakat kita.

Dengarlah syair-syairnya; mendayu lebay penuh pemujaan cinta, disertai relijius terselipkan nasehat-nasehat bijak spirit Tuhan yang bersatu padu dalam kontradiksi desahan sensual eksoktis. Itulah ekspresi orisinil masyarakatku: lebay, relijius tapi juga begitu kontradiksi dalam liukan eksotis sensual!

Syair tersebut bersatu dalam dendang yang tidak kalah bergeloranya, yang membius kita pun berdendang dalam lenggak-lenggok gelora. Itulah dangdut: sederhana, kontradiktif penuh warna.

Di generasiku, aku suka dengan Tante Evie Tamala dan Iis Dahlia. Selain itu biduan lainnya seperti Ikke Nurjanah, Lilis Karlina, Ines Shintya, Kristina Iswandari, Cici Paramida, Iyeth Bustami, Yulia Citra, Kitty Nurbaiti, Murni Chania juga kukenal.

Tentu saja tidak ketinggalan pendekar dangdut seperti: Prof. Haji Raja Dangdut Rhoma Irama, Ona Sutra maupun Meggi Z, menjadi daftar favoritku! Meskipun aku lebih suka biduan dangdut dari pada pendekar dangdut.

Sayang saat ini aku kebingungan untuk menemukan kembali biduan wanita yang bisa menjadi pujaanku. Tampaknya generasi dangdut kali ini lebih menoton. Mereka lebay untuk 1 hal saja: eksploitasi sensual belaka! Padahal dangdut yang indah itu spirit syairnya harus khas jiwa masyarakat kita: pemujaan cinta yang lebay, penuh nilai-nilai relijius disertai kontradiksi dendangan eksotis sensual!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Akreditasi Sekolah Bisnis Indonesia di level dunia baru FEB UGM

30 Jul

dsc04426Ada 3 Program Akreditasi Sekolah Bisnis yang prestius di dunia yaitu: AACSB, EQUIS dan AMBA. Dari ke-3 lembaga akreditasi prestius itu yang paling memiliki tradisi tua adalah AACSB berpusat di Amerika, lalu AMBA yang berpusat di UK serta EQUIS di Eropa. Memiliki akreditasi tersebut merupakan salah satu standard ukur sebuah sekolah bisnis berkualifikasi World Class Business School!

Adalah menarik INDONESIA yang kekuatan ekonominya masuk dalam G-20, Peringkat 16 di dunia ternyata hanya baru mampu 1 saja dari mungkin ribuan sekolah bisnis yang ada di Indonesia yang mendapatkan akreditasi level dunia ini yaitu: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. FEB UGM mendapatkan akreditasi dari AACSB pada tahun ini.

Tercatat kurang dari 5% dari seluruh sekolah bisnis di dunia yang berhasil mendapatkan akreditasi AACSB. Saat ini hanya ada 711 sekolah bisnis yang tersebar di 47 negara yang mendapatkan akreditasi AACSB.
Di ASEAN yang mendapatkan akrediatsi serupa yaitu:
SINGAPURA tercatat 3 Sekolah Bisnisnya berhasil terakreditas yaitu: (1) Nanyang Technological University, (2) National University of Singapore dan (3) Singapore Management University.
THAILAND mencatat 2 Sekolah Bisnisnya yaitu: (1) National Institute of Development Administration dan (2) Chulalongkorn University
PHILIPINA mencatat hanya 1 Sekolah Bisnisnya yaitu: Asian Institute of Management
MALAYSIA berbarengan dengan Indonesia juga mencatat 1 Sekolah Bisnisnya yaitu Universiti Putra Malaysia

Selain AACSB, ada juga akreditasi yang sama prestiusnya yaitu AMBA dan EQUIS. Untuk kedua akreditasi ini belum ada Sekolah Bisnis Indonesia yang tercatat disini. Ada pertanyaan menarik yang perlu kita ajukan; mengapa Indonesia yang punya perguruan tinggi sampai hampir 3.000-an kalau tidak salah, dan fakultas ekonomi itu umumnya sering kali ada di universitas kita, ternyata hanya 1 saja yang berhasil meraih akreditasi internasional berkualifikasi “World Class Business School”?

Memang akreditasi ini bukan segalanya tetapi paling tidak kita bisa memetakan posisi dan kualitas sekolah bisnis kita dalam kompetisi global. Ini bisa juga menjadi indikator sedikitnya para manajer masa depan yang berhasil dikreasikan oleh sekolah bisnis Indonesia yang berkualifikasi global.

Kita adalah negara dengan kekuatan ekonomi besar di dunia. Jadi saatnya juga sekolah-sekolah bisnis Indonesia harus mampu menjadi institusi dengan kualifikasi “world class” sehingga kelak kita memiliki banyak manajer dan eksekutif bisnis yang siap menjadi pelari terdepan dalam membawa Indonesia di persaingan global!

Dari Tepian Lembah Sungai Elbe

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 173 pengikut lainnya.